BAB 1 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengeboran eksplorasi memerlukan biaya yang besar sehingga penentuan spasi lubang bor
optimum menjadi penting untuk memperoleh informasi geologi secara efisien. Pada endapan
porfiri Cu-Au dengan pola pengeboran radial, distribusi data pemboran yang tidak seragam
dapat meningkatkan ketidakpastian estimasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan menentukan
rekomendasi spasi lubang bor optimum menggunakan Global Estimation Variance (GEV) dan
Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) dengan target relative error sebesar 10% serta
mengimplementasikan hasilnya ke dalam rancangan pola pengeboran radial. Analisis
dilakukan terhadap data koordinat pemboran dan kadar Cu-Au yang telah dikompositkan (3 m)
dan melalui proses top-cut capping melalui pemodelan variogram, perhitungan GEV, relative
error, dan DHSA pada setiap level elevasi 3700-3100 dengan interval 100 m. Hasil
rekomendasi kemudian diimplementasikan menggunakan regresi linear tiga dimensi dengan
metode Orthogonal Distance Regression (ODR) menggunakan Singular Value Decomposition
(SVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GEV dan relative error meningkat seiring
bertambahnya spasi lubang bor. Rekomendasi spasi lubang bor optimum untuk kadar Cu
berkisar antara 15-70 m, sedangkan untuk kadar Au berkisar antara 10-45 m. Hasil
rekomendasi DHSA berhasil diimplementasikan ke dalam rancangan pola pengeboran radial
dengan tetap mempertahankan pola pemboran existing. Penelitian ini menunjukkan bahwa
metode GEV dan DHSA dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan spasi lubang bor
optimum untuk mendukung perencanaan pengeboran eksplorasi yang lebih efisien.
Perpustakaan Digital ITB