digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Bilqisthi Indra Cahyaning Tyas
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengeboran eksplorasi memerlukan biaya yang besar sehingga penentuan spasi lubang bor optimum menjadi penting untuk memperoleh informasi geologi secara efisien. Pada endapan porfiri Cu-Au dengan pola pengeboran radial, distribusi data pemboran yang tidak seragam dapat meningkatkan ketidakpastian estimasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan menentukan rekomendasi spasi lubang bor optimum menggunakan Global Estimation Variance (GEV) dan Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) dengan target relative error sebesar 10% serta mengimplementasikan hasilnya ke dalam rancangan pola pengeboran radial. Analisis dilakukan terhadap data koordinat pemboran dan kadar Cu-Au yang telah dikompositkan (3 m) dan melalui proses top-cut capping melalui pemodelan variogram, perhitungan GEV, relative error, dan DHSA pada setiap level elevasi 3700-3100 dengan interval 100 m. Hasil rekomendasi kemudian diimplementasikan menggunakan regresi linear tiga dimensi dengan metode Orthogonal Distance Regression (ODR) menggunakan Singular Value Decomposition (SVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GEV dan relative error meningkat seiring bertambahnya spasi lubang bor. Rekomendasi spasi lubang bor optimum untuk kadar Cu berkisar antara 15-70 m, sedangkan untuk kadar Au berkisar antara 10-45 m. Hasil rekomendasi DHSA berhasil diimplementasikan ke dalam rancangan pola pengeboran radial dengan tetap mempertahankan pola pemboran existing. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode GEV dan DHSA dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan spasi lubang bor optimum untuk mendukung perencanaan pengeboran eksplorasi yang lebih efisien.