Sintesis material katoda NMC Ni-rich (LiNi0,8Mn0,1Co0,1O2, NMC-811) untuk
baterai ion litium umumnya dilakukan melalui metode kopresipitasi dengan
menggunakan amonia sebagai agen kelat. Meskipun efektif, penggunaan amonia
memiliki kelemahan signifikan karena sifatnya yang mudah menguap, beracun, dan
dapat mencemari lingkungan. Sitrat hadir sebagai alternatif agen kelat yang lebih
ramah lingkungan karena bersifat biodegradable dan memiliki kemampuan
kompleksasi logam transisi yang lebih kuat, sehingga berpotensi mengurangi
konsumsi bahan kimia dan beban pengolahan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji dan mengoptimasi jalur sintesis hijau bebas amonia melalui metode
kopresipitasi karbonat berbantuan asam sitrat dalam reaktor tangki berpengaduk
kontinu guna mengontrol morfologi partikel, distribusi ukuran partikel, dan deviasi
komposisi NMC-811. Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan
Box-Behnken Design diterapkan untuk mengevaluasi interaksi tiga variabel kritis:
pH, rasio mol asam sitrat terhadap logam transisi (CA:TM), dan waktu tinggal
(residence time, RT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum
dicapai pada pH 7,03, rasio CA:TM 0,05, dan waktu tinggal 5,9 jam, yang berhasil
memproduksi partikel sekunder quasispherical dengan D50 sebesar 10,23 ?m serta
distribusi ukuran yang sempit. Performa elektrokimia dari hasil sintesis katoda
NMC-811 memiliki retensi kapasitas yang stabil sebesar >90% setelah 100 siklus
(0,5C). Penelitian ini memberikan pemahaman mendasar mengenai kinetika
kompleksasi asam sitrat pada kopresipitasi karbonat dan pemetaan morfologi
partikel, sekaligus menyajikan peta jalan (roadmap) manufaktur katoda kaya nikel
yang lebih efisien energi, menekan biaya pengolahan limbah, dan sangat potensial
untuk diterapkan pada skala industri.
Perpustakaan Digital ITB