DAS Ciwulan menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan air akibat fluktuasi
debit musiman yang ekstrem dan penurunan kinerja infrastruktur irigasi. Penelitian
ini bertujuan menganalisis neraca air, menilai efektivitas teknis dan ekonomi
infrastruktur, serta menghasilkan roadmap pembangunan optimal menggunakan
metode Binary Programming dengan Excel Solver (Evolutionary) berdasarkan data
debit andalan Q80, kebutuhan air, dan anggaran 2026 2030. Hasil optimasi
merekomendasikan pelaksanaan seluruh 6 proyek dengan jadwal: Embung dan
Rehabilitasi DI Cibanjaran (2026), DI Biuk (2027), DI Ciramajaya (2028),
Normalisasi Sungai (2029), dan DI Padawaras (2030), dengan total investasi Rp
122,50 miliar. Model berhasil menghilangkan seluruh defisit air (dari 0,90 m³/dtk
pada Agustus menjadi 0 m³/dtk), meningkatkan keandalan sistem dari 91,67%
menjadi 100%, dengan nilai fungsi tujuan Rp 382,47 miliar, pendapatan pertanian
Rp 504,97 miliar, dan BCR 2,51 yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan
Rp 2,51 manfaat ekonomi. Rata-rata utilisasi anggaran mencapai 77,56% dengan
sisa anggaran kumulatif Rp 35,18 miliar, sementara analisis sensitivitas
menunjukkan model memiliki ketahanan terhadap penurunan anggaran hingga 5%
dan memerlukan kapasitas embung minimum 1,8 m³/dtk untuk mencapai defisit
nol.
Perpustakaan Digital ITB