digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

DAS Ciwulan menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan air akibat fluktuasi debit musiman yang ekstrem dan penurunan kinerja infrastruktur irigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis neraca air, menilai efektivitas teknis dan ekonomi infrastruktur, serta menghasilkan roadmap pembangunan optimal menggunakan metode Binary Programming dengan Excel Solver (Evolutionary) berdasarkan data debit andalan Q80, kebutuhan air, dan anggaran 2026 2030. Hasil optimasi merekomendasikan pelaksanaan seluruh 6 proyek dengan jadwal: Embung dan Rehabilitasi DI Cibanjaran (2026), DI Biuk (2027), DI Ciramajaya (2028), Normalisasi Sungai (2029), dan DI Padawaras (2030), dengan total investasi Rp 122,50 miliar. Model berhasil menghilangkan seluruh defisit air (dari 0,90 m³/dtk pada Agustus menjadi 0 m³/dtk), meningkatkan keandalan sistem dari 91,67% menjadi 100%, dengan nilai fungsi tujuan Rp 382,47 miliar, pendapatan pertanian Rp 504,97 miliar, dan BCR 2,51 yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan Rp 2,51 manfaat ekonomi. Rata-rata utilisasi anggaran mencapai 77,56% dengan sisa anggaran kumulatif Rp 35,18 miliar, sementara analisis sensitivitas menunjukkan model memiliki ketahanan terhadap penurunan anggaran hingga 5% dan memerlukan kapasitas embung minimum 1,8 m³/dtk untuk mencapai defisit nol.