Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah mengubah secara signifikan
industri pemasaran digital, terutama melalui peningkatan efisiensi kerja, produksi
konten, analisis data, dan pengembangan layanan baru. Namun, meningkatnya
adopsi AI tidak secara otomatis menghasilkan outcome bisnis yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi, tantangan, dan strategi yang
diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam mendukung pertumbuhan
kompetitif pada agensi pemasaran digital di Indonesia. Dengan menggunakan
pendekatan kualitatif dan desain studi kasus ganda, penelitian ini mengkaji tiga
agensi, yaitu Socioworks, IND! Communication, dan Pepple Digital, melalui
wawancara semi-terstruktur dengan para pengambil keputusan, serta didukung
oleh observasi digital dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan Metode Gioia dan didasarkan pada Technology Acceptance Model
(TAM) serta kerangka Technology-Organization-Environment (TOE).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa agensi mengadopsi AI untuk efisiensi
operasional, tekanan kompetitif, dan pertumbuhan bisnis, yang mempercepat
berbagai tugas seperti pembuatan konten, pelaporan, riset, dan produksi kreatif.
Namun, optimalisasi AI masih terhambat oleh keterbatasan kemampuan SDM,
kualitas output AI yang belum optimal, fragmentasi alat dan alur kerja, serta
kesulitan dalam mengukur biaya dan performa AI. Hambatan ini menunjukkan
bahwa adopsi AI saja belum cukup untuk menjamin efisiensi biaya, peningkatan
penjualan, maupun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Oleh karena itu,
agensi perlu menerapkan strategi berupa pengembangan kapabilitas AI, investasi
dan tata kelola AI yang strategis, optimalisasi alur kerja, inovasi layanan, serta
pengemasan layanan berbasis AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI hanya
dapat mendukung pertumbuhan kompetitif apabila agensi mampu beralih dari
penggunaan AI yang bersifat dasar dan terfragmentasi menuju optimalisasi AI
yang terstruktur, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai klien.
Perpustakaan Digital ITB