2012_SK_PP_Nanda Asridianan Noor_19008171(2)_Full Text
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Konsultasi manajemen merupakan salah satu industri paling berpengaruh di pasar timbul Indonesia. Sebagai satu-satunya anggota G-20 di ASEAN, negara ini memiliki rata-rata pertumbuhan GDP 6% selama 3 tahun dan diproyeksikan berlanjut hingga 2015. Menurut World Economic Forum, dengan ranking kompetitif di posisi 44, Indonesia tumbuh berbasis efisiensi, jauh dari basis inovasi dengan kemajuan bisnis. Untuk menjawab kedua tantangan ini, sektor jasa, termasuk industri konsultasi, berperan 37% pada pertumbuhan nasional, memerankan fungsi yang semakin penting. Industri tersebut menarik di makroekonomi Indonesia, tidak hanya bagi institusi usaha dan organisasi sebagai pengguna, namun juga firma konsultasi lama dan pengusaha konsultasi baru sebagai penyuplai.
Meskipun mendesaknya hal ini, industri konsultan manajemen di Indonesia sedikit memiliki analisis industri maupun riset mengenai isu strategis yang sangat terbatas, terutama untuk menginovasikan bisnis konsultasi baru dan strategi masuk pasarnya. Maka, penulis mengambil peluang untuk melakukan riset pembelajaran awal untuk memberi nilai tambah pada ilmu pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan diri publik untuk membuka usaha konsultan bisnis. Secara spesifik, karya ilmiah ini berkontribusi memetakan model bisnis untuk memulai usaha konsultan manajemen di Indonesia.
Riset studi eksplorasi ini menggunakan pendekatan: wawancara secara mendalam, diskusi terbuka, dan diskusi grup terfokus pada konsultan, klien, mahasiswa dan akademisi untuk Realism. Studi literatur dan kerangka kerja dilakukan untuk data Empiricism. Lalu, penulis menambahkan pengalamannya memulai usaha konsultan manajemen untuk Constructivism. Lalu, penulis melakukan Triangulasi antara tiga perspektif ini untuk menarik kesimpulan. Produknya adalah analisis Masa Hidup Industri, Porter's 5 Forces, Evaluasi Peluang 3M, dan Model Bisnis.
Hasil riset 4 bulan (akhir Februari hingga pertengahan Juni, 2012) ini menyimpulkan pertumbuhan di masa hidup industry konsultan Indonesia, sebagai contoh meningkatnya hasil jasa dan ekonomi makro yang meyakinkan. Industri ini dipengaruhi kuat oleh pengguna dan penyuplai, dengan menengah hingga rendah untuk pendatang baru, kompetisi dan substitusi. Meski begitu, peluangnya cukup meyakinkan, seperti tingginya ukuran dan permintaan pasar dengan marjin yang sangat memungkinkan. Rekomendasinya adalah untuk mengikuti model bisnis yang diajukan meski hanya member pengetahuan secara general. Sebagai contoh, jasa hybrid (eksekusi dan pengembangan strategi sebagai satu paket jasa) dapat diimplementasikan secara bersamaan. Dikombinasikan dengan poin-poin lain, maka peluang keberhasilan dan keberlangsungan usaha konsultasi akan lebih mungkin tercapai. Semuanya bergantung tidak hanya pada ilmu manajemen (keuangan, pemasaran, operasional maupun manajemen sumber daya manusia), namun juga keterampilan seperti pengambilan resiko, komunikasi, keterampilan organisasi dan sebagainya. Semua hal ini harus termasuk dalam etika penambahan dan pengapresiasian nilai.
Kata Kunci: konsultasi manajemen, analisis industri, model bisnis, pengusaha, Indonesia
Perpustakaan Digital ITB