Sebuah komponen atau produk fungsional memiliki spesifikasi desain tertentu yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas dan performansi produk. Salah satu spesifikasi yang harus dipenuhi adalah spesifikasi dimensi dan toleransi dimensi. Aktivitas penentuan toleransi harus melibatkan kerja sama antara aktivitas enjiniring dengan pemanufakturan untuk mampu memenuhi spesifikasi desain dan sekaligus meminimasi biaya produksi dan kerugian kualitas.Performansi produk mempengaruhi kepuasan konsumen sehingga penentuan toleransi desain komponen harus juga memperhatikan preferensi konsumen terhadap produk. Preferensi konsumen terhadap produk dimodelkan sebagai fungsi utilitas produk. Pendekatan terhadap utilitas produk menggunakan biaya kerugian kualitas kuadratik.Dalam penelitian ini dikembangkan suatu model optimisasi penentuan toleransi dimensi kritis komponen yang memperhitungakan utilitas produk dengan melibatkan beberapa pilihan alternatif mesin untuk melakukan proses pemotongan komponen. Fungsi tujuan yang digunakan pada model yang dikembangkan adalah memaksimasi keuntungan produsen. Batasan yang digunakan pada model adalah batasan toleransi desain dan batasan toleransi kekakuratan setiap alternatif mesin yang dilibatkan.Pemecahan model diselesaikan dengan menggunakan perangkat lunak optimisasi. Model yang dikembangkan diuji untuk suatu kasus hipotetik, dan solusi eksplisit yang dihasilkan diverifikasi terhadap batasan yang digunakan pada model. Untuk menunjukkan kecukupan model dalam merepresentasikan sistem nyata, maka dilakukan validasi model dengan analisis sensitivitas. Dari serangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat merepresentasikan sistem nyata dengan data yang tersedia mencukupi.
Perpustakaan Digital ITB