Transportasi dan distribusi dalam aktivitas logistik menuntut perusahaan untuk memiliki perencanaan transportasi yang matang untuk menjaga efisiensi sumber
daya. Salah satu bentuk perencanaan dalam transportasi tersebut adalah perencanaan rute dan jumlah kendaraan. Selama ini perusahaan hanya mempertimbangkan salah satu strategi saja dalam operasi transportasi dan distribusi, yaitu pengiriman langsung (direct shipment) dan pengiriman 2 fase (gudang transit). Padahal pilihan strategi tersebut belum tentu optimal.
Penelitian ini membahas tentang pengembangan rute kendaraan dengan mempertimbangkan tiga kemungkinan solusi rute, yaitu pengiriman langsung, gudang transit, dan keduanya. Selain itu, model yang dikembangkan juga
mempertimbangkan batasan kapasitas kendaraan yang homogen, jendela waktu, dan menambahkan komponen biaya tetap pada fungsi tujuan.
Pada penelitian ini dikembangkan model matematis dalam bentuk vehicle flow formulation dan algoritma Simulated Annealing (SA). Dari hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa algoritma SA mampu menghasilkan solusi dengan gap 0,23% dan waktu komputasi 558,36 kali lebih cepat daripada perhitungan dengan metode branch-and-bound.
Perpustakaan Digital ITB