Karakterisasi resistivitas bawah permukaan menggunakan metode grounded-wire Transient Electromagnetic (TEM) memerlukan metode inversi yang mampu menghasilkan model resistivitas yang stabil karena hubungan antara respons elektromagnetik dan parameter bawah permukaan bersifat nonlinier dan ill-posed. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan metode inversi satu dimensi berbasis Singular Value Decomposition (SVD) dengan pendekatan damped least-squares dalam merekonstruksi distribusi resistivitas bawah permukaan serta menerapkannya pada data grounded-wire TEM lapangan. Pemodelan ke depan dilakukan menggunakan tiga model resistivitas, yaitu model homogen, dua lapisan, dan tiga lapisan, untuk menganalisis pengaruh variasi resistivitas, ketebalan lapisan, dan jumlah lapisan terhadap respons medan magnet vertikal. Selanjutnya, metode inversi diuji menggunakan lima model sintetik yang merepresentasikan resistivitas menurun dan meningkat terhadap kedalaman, lapisan tipis resistif, lapisan tipis konduktif, serta data yang mengandung noise acak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SVD dengan pendekatan damped least-squares mampu merekonstruksi kecenderungan utama distribusi resistivitas pada kelima model sintetik. Pada model dengan lapisan tipis, keberadaan lapisan masih dapat teridentifikasi meskipun batas dan ketebalannya mengalami perubahan akibat keterbatasan resolusi inversi. Penambahan noise acak meningkatkan misfit, tetapi pola utama resistivitas masih dapat direkonstruksi. Metode inversi kemudian diterapkan pada 10 titik sounding di sekitar sumur Jepon-1, Lapangan Gundih, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan menghasilkan model resistivitas satu dimensi hingga kedalaman sekitar 2.000 m. Hasil inversi menunjukkan variasi resistivitas secara vertikal dan lateral sepanjang lintasan N–S, yang selanjutnya dikorelasikan dengan informasi litologi dan kerangka stratigrafi daerah penelitian untuk mengkarakterisasi kondisi bawah permukaan
Perpustakaan Digital ITB