digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pariwisata global pasca-pandemi telah mengalami pergeseran paradigma, ditandai dengan meningkatnya minat akan pengalaman perjalanan yang otentik, mendalam, dan berkelanjutan. Terlepas dari kondisi makro, Sarema, sebagai operator pariwisata skala kecil menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan skala model bisnis ditandai denga rendahnya tingkat okupansi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan internal Sarema dan lingkungan persaingan eksternal, mengevaluasi komponen penting yang memengaruhi keputusan pelanggan tentang wisata minat khusus ini, dan mengembangkan strategi akuisisi pelanggan yang menyeluruh untuk meningkatkan jangkauan pasar. Penelitian ini mengintegrasikan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan diagnosis komprehensif terhadap permasalahan bisnis. Hasil empiris mengungkapkan bahwa variabel bauran pemasaran tradisional, khususnya Produk, Tempat, Promosi, Orang, dan Proses, ditemukan memiliki dampak langsung yang tidak signifikan terhadap Sikap Pelanggan. Sebaliknya, studi ini mengidentifikasi bahwa Harga, Bukti Fisik, dan Motivasi Pendorong dan Penarik merupakan prediktor terkuat dari sikap positif dan minat pembelian. Studi ini menggabungkan hasil dengan matriks TOWS dan menghasilkan langkah strategis yang berpusat pada empat inisiatif utama: membangun Sarema sebagai destinasi regional Garut Utara; menggabungkan konten secara menyeluruh untuk menjadikan Sarema sebagai destinasi regional; mengatasi kendala skalabilitas dengan mengalihkan model pendapatan ke program pendidikan B2B dengan volume tinggi; mengatur unit SDM untuk memanfaatkan tren viral; dan membangun jaringan afiliasi terdesentralisasi dari Key Opinion Consumer (KOC) untuk menjembatanai kebutuhan marketing dnegan anggaran yang terbatas. Studi ini membantu bidang akademis dengan menunjukkan bahwa motivasi dan psikologis konsumen seringkali lebih penting daripada strategi pemasaran fungsional sebagai pendorong utama dalam perjalanan pengalaman khusus. Secara praktis, studi ini memberikan Sarema rencana implementasi yang dapat ditindaklanjuti dan berbasis data, memastikan bahwa strategi yang diusulkan terukur, tepat waktu, dan selaras dengan visi jangka panjang organisasi untuk menjadi pelopor dalam pariwisata gastronomi pedesaan berkelanjutan.