digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Personalitas manusia sering kali dipahami melalui pengamatan terbatas yang dilakukan dalam interaksi sosial sehari-hari, menyebabkan orang-orang untuk membentuk asumsi berdasarkan kesan pertama yang tidak selalu mewakili keseluruhan individu. Tugas akhir ini berawal dari pengalaman pribadi penulis yang sering diinterpretasikan sebagai berbagai kepribadian yang berlawanan dengan apa yang penulis pahami tentang dirinya sendiri, sehingga fenomena ini mendorong eksplorasi tentang bagaimana personalitas dipahami, dan bagaimana tindakan membayangkan personalitas dapat diekspresikan secara visual melalui karya seni. Tugas akhir ini membahas bagaimana hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan grafiti personal sebagai pendekatan. Selain personalitas, proses kreatif melibatkan studi teoritis tentang seni sebagai ekspresi, interpretasi, gerakan pasca-grafiti, dan teori Lima Besar. Kaji perbandingan seniman yang relevan juga dilakukan sebelum menciptakan sepuluh karya di papan GRC menggunakan cat semprot, mop pen, spidol, pastel, stensil, dan cat tahan air. Konsep visual menghadirkan teknik layering, pembuatan tanda, tulisan grafiti, garis serupa peta navigasi, bentuk-bentuk geometris, dan elemen berulang lainnya sebagai metafora untuk bayangan personalitas yang terus berkembang. Karya-karya yang dihasilkan berkembang dari bentuk-bentuk yang dapat dikenali menuju abstraksi untuk menunjukkan bagaimana membayangkan sama kompleks dan dinamisnya dengan personalitas itu sendiri. Tugas akhir ini menyimpulkan bahwa grafiti personal memberikan pendekatan yang efektif untuk mengekspresikan sifat abstrak yang melekat dalam membayangkan personalitas manusia.