Personalitas manusia sering kali dipahami melalui pengamatan terbatas yang dilakukan dalam
interaksi sosial sehari-hari, menyebabkan orang-orang untuk membentuk asumsi berdasarkan
kesan pertama yang tidak selalu mewakili keseluruhan individu. Tugas akhir ini berawal dari
pengalaman pribadi penulis yang sering diinterpretasikan sebagai berbagai kepribadian yang
berlawanan dengan apa yang penulis pahami tentang dirinya sendiri, sehingga fenomena ini
mendorong eksplorasi tentang bagaimana personalitas dipahami, dan bagaimana tindakan
membayangkan personalitas dapat diekspresikan secara visual melalui karya seni. Tugas akhir
ini membahas bagaimana hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan grafiti personal sebagai
pendekatan. Selain personalitas, proses kreatif melibatkan studi teoritis tentang seni sebagai
ekspresi, interpretasi, gerakan pasca-grafiti, dan teori Lima Besar. Kaji perbandingan seniman
yang relevan juga dilakukan sebelum menciptakan sepuluh karya di papan GRC menggunakan
cat semprot, mop pen, spidol, pastel, stensil, dan cat tahan air. Konsep visual menghadirkan
teknik layering, pembuatan tanda, tulisan grafiti, garis serupa peta navigasi, bentuk-bentuk
geometris, dan elemen berulang lainnya sebagai metafora untuk bayangan personalitas yang
terus berkembang. Karya-karya yang dihasilkan berkembang dari bentuk-bentuk yang dapat
dikenali menuju abstraksi untuk menunjukkan bagaimana membayangkan sama kompleks dan
dinamisnya dengan personalitas itu sendiri. Tugas akhir ini menyimpulkan bahwa grafiti
personal memberikan pendekatan yang efektif untuk mengekspresikan sifat abstrak yang melekat
dalam membayangkan personalitas manusia.
Perpustakaan Digital ITB