ABSTRAK:Pagi pukul 08.30 iringan mobil uji dan mobil pendukung Jatropha Expedition 2006 tiba di Labuan Bajo tepat 30 menit sebelum keberangkatan Feri Inelika ke Pulau Sumbawa, tujuan berikutnya dari ekspedisi ini. Sebelumnya selama 24 jam Ekspedisi menempuh perjalanan melintasi Pulau Flores semenjak dilepas oleh Bupati Flores Timur Simon Hayon di Larantuka, setibanya dari penyeberangan Kupang.Alam Pulau Flores adalah salah satu medan terberat dari ekspedisi ini, dimana mobil uji menghadapi medan jalan yang berliku dan naik turun. Dari Larantuka di pantai timur, mendaki bukit berliku dan turun kembali ke Maumere di pantai utara. Selepas pantai utara, medan berliku dan rawan longor hingga desa Moni, lebih dari 1000 meter, di kaki Gunung Kelimutu. Di daerah itu kabut yang cukup tebal menyergap.Sepanjang perjalanan tim mendapat sambutan antusias dari mulai masyarakat biasa hingga pejabat pemerintahan tentang tanaman jarak pagar sebagai potensi energi dan ekonomi. Beberapa orang mencegat di tengah jalan untuk menanyakan penggunaan langsung minyak jarak pagar untuk kompor masak. Louis Daniel, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi ITB menjelaskan dengan pemerasan dan penyaringan sederhana, minyak jarak pagar sudah bisa dipakai di kompor tekan dengan campuran minyak jarak pagar berbanding minyak tanah 3:1.Tiba di Ende, pantai selatan, setelah magrib, perjalanan langsung diteruskan ke arah utara di dataran tinggi Bajawa. Suhu turun hingga 13 derajat celcius dan dalam kondisi stasioner mesin mobil diesel yang menggunakan minyak jatropha kurang konstan dalam kondisi stasioner. Namun performa dan tenaganya tetap tidak terpengaruh. Hal ini menjadi catatan dalam pengamatan tim teknis ekspedisi ini.Dari Bajawa, tim dilepas secara adat dengan pemberian arak suci dan seekor ayam putih yang melambangkan harapan dan niat baik dari ekspedisi ini dari tetua adat setempat. Memburu waktu dengan kecepatan tinggi iringan bergerak lagi menembus malam menuju Ruteng untuk selanjutnya meneruskan ke Labuan Bajo, dan menyeberang ke Sumbawa, Lombok serta Bali untuk menghadiri Festival Jatropha sebelum menuju Jakarta.
Perpustakaan Digital ITB