digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pekerjaan reklamasi dengan metode Cement Pipe Mixing (CPM) pada proyek Pelabuhan Patimban Tahap 1–2 memiliki risiko lingkungan yang memengaruhi kualitas perairan, material, ekosistem, biaya, dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko lingkungan, menyusun risk treatment berbasis Green Construction, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap Work Breakdown Structure (WBS), jadwal, biaya, dan kelayakan penerapan dibandingkan CPM existing. Metode penelitian menggunakan mixed methods berbasis ISO 31000:2018 melalui identifikasi stakeholder, identifikasi 30 risiko lingkungan, penyusunan risk register, penentuan mitigasi, pengembangan Green WBS, Green Schedule, Green Cost, serta perbandingan Delta Cost dan Cost of Risk. Hasil menunjukkan risiko dominan terdapat pada tahap Dredging dan Pipe Mixing, dengan aspek kualitas air laut sebagai kelompok risiko terbesar sebesar 33%. Integrasi Green Construction menambahkan pengendalian preventif berupa silt curtain, turbidity monitoring, leak detection, material loss control, monitoring emisi, dan waste management tanpa mengubah metode utama CPM. Temuan utama menunjukkan durasi meningkat dari 163,99 menjadi 175 hari dan biaya dari Rp680,124 miliar menjadi Rp684,304 miliar, dengan Delta Cost Rp4,18 miliar (0,61%), sedangkan Risk Treatment diperkirakan Rp8,065 miliar. Penerapan Green Construction layak secara ekonomi secara indikatif karena tambahan biaya lebih rendah daripada estimasi konsekuensi risiko. Integrasi ini juga meningkatkan pengendalian lingkungan dan mendukung penerapan prinsip SDGs 9, 12, 13, dan 14.