Pekerjaan reklamasi dengan metode Cement Pipe Mixing (CPM) pada proyek Pelabuhan Patimban
Tahap 1–2 memiliki risiko lingkungan yang memengaruhi kualitas perairan, material, ekosistem,
biaya, dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko lingkungan, menyusun risk
treatment berbasis Green Construction, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap Work
Breakdown Structure (WBS), jadwal, biaya, dan kelayakan penerapan dibandingkan CPM
existing. Metode penelitian menggunakan mixed methods berbasis ISO 31000:2018 melalui
identifikasi stakeholder, identifikasi 30 risiko lingkungan, penyusunan risk register, penentuan
mitigasi, pengembangan Green WBS, Green Schedule, Green Cost, serta perbandingan Delta Cost
dan Cost of Risk. Hasil menunjukkan risiko dominan terdapat pada tahap Dredging dan Pipe
Mixing, dengan aspek kualitas air laut sebagai kelompok risiko terbesar sebesar 33%. Integrasi
Green Construction menambahkan pengendalian preventif berupa silt curtain, turbidity
monitoring, leak detection, material loss control, monitoring emisi, dan waste management tanpa
mengubah metode utama CPM. Temuan utama menunjukkan durasi meningkat dari 163,99
menjadi 175 hari dan biaya dari Rp680,124 miliar menjadi Rp684,304 miliar, dengan Delta Cost
Rp4,18 miliar (0,61%), sedangkan Risk Treatment diperkirakan Rp8,065 miliar. Penerapan Green
Construction layak secara ekonomi secara indikatif karena tambahan biaya lebih rendah daripada
estimasi konsekuensi risiko. Integrasi ini juga meningkatkan pengendalian lingkungan dan
mendukung penerapan prinsip SDGs 9, 12, 13, dan 14.
Perpustakaan Digital ITB