digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

MUHAMMAD FADHLAN NAFIS ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

BPJS Kesehatan menghadapi tekanan fiskal struktural akibat kesenjangan persisten antara pendapatan iuran dan beban jaminan kesehatan. Penelitian ini mengembangkan kerangka terpadu untuk kuantifikasi risiko fiskal dan stress testing berbasis delapan model ARIMAX per segmen (data bulanan Januari 2016–Desember 2024), dengan seleksi variabel eksogen via LASSO, uji Diebold-Mariano dua tahap untuk validasi model hybrid ARIMAX–LSTM, serta kuantifikasi risiko melalui simulasi Monte Carlo Moving Block Bootstrap (MBB) dan analisis skenario makroekonomi–kepesertaan. Uji DM memilih model hybrid untuk dua segmen (YPBPU dan ECBGs), dengan akurasi out-of-sample yang baik pada seluruh delapan segmen. Simulasi MBB mengidentifikasi defisit fiskal struktural rata-rata ?30,52 T/tahun (Probability of Deficit 92,8%, cES95 = ?57,69 T). Tarif PPU terbukti jauh lebih efisien secara fiskal dibandingkan PBPU (0,800 vs. 0,118 T per 1% kenaikan), dan kenaikan tarif seragam +18,8% (atau +13,3% dikombinasikan intervensi kepesertaan) diperlukan untuk mencapai surplus rata-rata. Penelitian ini menegaskan bahwa defisit BPJS Kesehatan bersifat struktural dan memerlukan reformasi tarif PPU–PBI secara simultan, dikombinasikan dengan strategi perluasan dan retensi kepesertaan jangka panjang.