MUHAMMAD FADHLAN NAFIS ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
BPJS Kesehatan menghadapi tekanan fiskal struktural akibat kesenjangan persisten
antara pendapatan iuran dan beban jaminan kesehatan. Penelitian ini mengembangkan
kerangka terpadu untuk kuantifikasi risiko fiskal dan stress testing berbasis delapan
model ARIMAX per segmen (data bulanan Januari 2016–Desember 2024), dengan
seleksi variabel eksogen via LASSO, uji Diebold-Mariano dua tahap untuk validasi
model hybrid ARIMAX–LSTM, serta kuantifikasi risiko melalui simulasi Monte Carlo
Moving Block Bootstrap (MBB) dan analisis skenario makroekonomi–kepesertaan.
Uji DM memilih model hybrid untuk dua segmen (YPBPU dan ECBGs), dengan akurasi
out-of-sample yang baik pada seluruh delapan segmen. Simulasi MBB mengidentifikasi
defisit fiskal struktural rata-rata ?30,52 T/tahun (Probability of Deficit 92,8%,
cES95 = ?57,69 T). Tarif PPU terbukti jauh lebih efisien secara fiskal dibandingkan
PBPU (0,800 vs. 0,118 T per 1% kenaikan), dan kenaikan tarif seragam +18,8% (atau
+13,3% dikombinasikan intervensi kepesertaan) diperlukan untuk mencapai surplus
rata-rata. Penelitian ini menegaskan bahwa defisit BPJS Kesehatan bersifat struktural
dan memerlukan reformasi tarif PPU–PBI secara simultan, dikombinasikan dengan
strategi perluasan dan retensi kepesertaan jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB