digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Afki Nisa Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Afki Nisa Aulia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu 71) merupakan sayuran daun yang berpotensi meningkatkan kualitas gizi masyarakat karena mengandung antosianin sebagai senyawa antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Upaya peningkatan produksi dan mutu fisiologis tanaman dapat dilakukan melalui pemupukan berimbang menggunakan pupuk NPK sebagai sumber hara makro esensial serta biochar sebagai pembenah tanah yang mampu memperbaiki sifat kimia tanah seperti pH, kapasitas tukar kation, dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biochar terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, serta kadar antosianin kangkung ungu guna mendukung peningkatan nilai gizi hasil panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu P1: Tanpa biochar ; P2: Biochar 15,375 g/polybag; P3: Biochar 30,750 g/polybag; dan P4: Biochar 46,125 g/polybag, dengan analisis data menggunakan ANOVA One-Way. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif, hasil biomassa, dan kadar antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis berpengaruh terhadap sebagian pertumbuhan tanaman, serta tidak memberikan perbedaan nyata terhadap hasil biomassa dan kadar antosianin yang berada pada kisaran 0,212–0,527%. Secara fisiologis, pembentukan antosianin merupakan bagian dari metabolisme sekunder yang dipengaruhi oleh keseimbangan nutrisi dan kondisi lingkungan; ketika unsur hara tersedia dalam jumlah cukup, hasil fotosintesis lebih banyak dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dibandingkan untuk akumulasi senyawa fenolik seperti antosianin. Dengan demikian, perlakuan biochar 15,375 g/polybag pada perlakuan 2 lebih berperan dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dibandingkan dalam meningkatkan hasil biomassa dan kadar antosianin kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu 71).