COVER Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Afki Nisa Aulia
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu 71) merupakan sayuran daun
yang berpotensi meningkatkan kualitas gizi masyarakat karena mengandung
antosianin sebagai senyawa antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal
bebas. Upaya peningkatan produksi dan mutu fisiologis tanaman dapat dilakukan
melalui pemupukan berimbang menggunakan pupuk NPK sebagai sumber hara
makro esensial serta biochar sebagai pembenah tanah yang mampu memperbaiki
sifat kimia tanah seperti pH, kapasitas tukar kation, dan ketersediaan unsur hara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biochar terhadap
pertumbuhan, hasil biomassa, serta kadar antosianin kangkung ungu guna
mendukung peningkatan nilai gizi hasil panen. Penelitian menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu P1: Tanpa biochar ; P2:
Biochar 15,375 g/polybag; P3: Biochar 30,750 g/polybag; dan P4: Biochar 46,125
g/polybag, dengan analisis data menggunakan ANOVA One-Way. Parameter
pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif, hasil biomassa, dan kadar antosianin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis berpengaruh terhadap
sebagian pertumbuhan tanaman, serta tidak memberikan perbedaan nyata terhadap
hasil biomassa dan kadar antosianin yang berada pada kisaran 0,212–0,527%.
Secara fisiologis, pembentukan antosianin merupakan bagian dari metabolisme
sekunder yang dipengaruhi oleh keseimbangan nutrisi dan kondisi lingkungan;
ketika unsur hara tersedia dalam jumlah cukup, hasil fotosintesis lebih banyak
dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dibandingkan untuk
akumulasi senyawa fenolik seperti antosianin. Dengan demikian, perlakuan biochar
15,375 g/polybag pada perlakuan 2 lebih berperan dalam mendukung pertumbuhan
vegetatif dibandingkan dalam meningkatkan hasil biomassa dan kadar antosianin
kangkung ungu (Ipomoea reptans var. Kangu 71).
Perpustakaan Digital ITB