COVER_ Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 _ Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 _ Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Yokie Lidiantoro
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Ketersediaan lahan pertanian semakin berkurang seiring pertumbuhan
penduduk dan urbanisasi. Budidaya non lahan (soil less) seperti sistem hidroponik
sumbu diperlukan sebagai alternatif budidaya pada lahan sempit. Budidaya secara
hidroponik masih sangat bergantung pada input pupuk anorganik seperti AB mix,
yang tidak berkelanjutan. Pendekatan organik seperti penggunaan pupuk organik
cair (POC) dan emulsi ikan (fish emulsion) merupakan solusi alternatif menjawab
tantangan tersebut dengan menyediakan pupuk yang rendah residu, kaya nutrisi dan
mikroba, sekaligus mendukung pertanian zero waste. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji pengaruh penggunaan AB-Mix, POC Nasa, dan pupuk emulsi ikan Grow
Quick Ultra terhadap pertumbuhan dan hasil biomassa tanaman pakcoy (Brassica
rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik sumbu (wick system). Penelitian
dilaksanakan di Screen house 1B ITB Jatinangor, menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Dosis POC dan emulsi
ikan disetarakan berdasarkan kandungan nitrogen total yang setara dengan larutan
AB-Mix konsentrasi 1300 ppm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman,
jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, serta rasio tajuk-akar selama
empat minggu masa tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan AB-Mix
memberikan pertumbuhan dan hasil biomassa yang paling tinggi secara signifikan
dibandingkan dua perlakuan lainnya. Pada akhir pengamatan (4 MST), tinggi ratarata tanaman dengan perlakuan AB-Mix mencapai 20,85 cm dengan bobot basah
sebesar 17,05 g per tanaman. Sementara itu, perlakuan POC dan emulsi ikan hanya
menghasilkan tinggi rata-rata 10,22 cm dan 11,49 cm dengan bobot basah 1,39 g
dan 2,08 g. Kondisi larutan nutrisi organik yang memiliki konduktivitas listrik (EC)
rendah dan pH basa (alkali) menyebabkan ketersediaan hara makro dan mikro
menjadi terbatas, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Substitusi
langsung pupuk organik cair ataupun emulsi ikan komersial terhadap pupuk
anorganik AB-Mix pada sistem hidroponik sumbu belum efektif dalam mendukung
pertumbuhan dan produksi biomassa tanaman pakcoy. Penerapan sistem hidroponik
organik memerlukan penyesuaian formulasi nutrisi, proses mineralisasi, serta
pengendalian pH yang lebih baik agar ketersediaan unsur hara dapat mendukung
pertumbuhan optimal.
Perpustakaan Digital ITB