digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan kebutuhan sayuran bergizi tinggi seperti pakcoy serta keterbatasan lahan budidaya mendorong penggunaan sistem hidroponik sebagai alternatif produksi yang efisien. Peningkatan permintaan pakcoy sebagai sumber vitamin A di tengah keterbatasan lahan budidaya mendorong penerapan sistem hidroponik NFT yang dipadukan dengan biostimulan organik untuk meningkatkan pertumbuhan, biomassa, serta kualitas nutrisi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian biostimulan berbasis ekstrak daun kelor, lidah buaya, kulit kopi, dan asap cair kelapa melalui metode foliar spray terhadap pertumbuhan, biomassa, kadar klorofil, dan kadar vitamin A tanaman pakcoy pada sistem hidroponik NFT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi biostimulan, yaitu A (0% Biostimulan), B (1% Biostimulan), C (1,5% Biostimulan), dan D (2% Biostimulan), dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, nisbah tajuk akar, kadar klorofil, dan kadar vitamin A. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter penelitian. Meskipun demikian, secara numerik perlakuan C menunjukkan kecenderungan nilai tertinggi pada parameter biomassa dengan bobot basah 146,22 g dan bobot kering 3,08 g, serta luas daun 77,75 cm2, sementara perlakuan B menghasilkan tinggi tanaman 27,23 cm, jumlah daun 15,4 helai, nisbah tajuk akar 5,78, kadar klorofil total 15,8 mg/g, dan kadar vitamin A sebesar 503,37 ?g/g.