COVER Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Waode Shafa Salsabila Saleh
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan kebutuhan sayuran bergizi tinggi seperti pakcoy serta keterbatasan
lahan budidaya mendorong penggunaan sistem hidroponik sebagai alternatif
produksi yang efisien. Peningkatan permintaan pakcoy sebagai sumber vitamin A
di tengah keterbatasan lahan budidaya mendorong penerapan sistem hidroponik
NFT yang dipadukan dengan biostimulan organik untuk meningkatkan
pertumbuhan, biomassa, serta kualitas nutrisi tanaman. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan pengaruh pemberian biostimulan berbasis ekstrak daun kelor,
lidah buaya, kulit kopi, dan asap cair kelapa melalui metode foliar spray terhadap
pertumbuhan, biomassa, kadar klorofil, dan kadar vitamin A tanaman pakcoy pada
sistem hidroponik NFT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi biostimulan, yaitu A (0%
Biostimulan), B (1% Biostimulan), C (1,5% Biostimulan), dan D (2% Biostimulan),
dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah
daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, nisbah tajuk akar, kadar klorofil, dan
kadar vitamin A. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada
taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan
pengaruh terhadap seluruh parameter penelitian. Meskipun demikian, secara
numerik perlakuan C menunjukkan kecenderungan nilai tertinggi pada parameter
biomassa dengan bobot basah 146,22 g dan bobot kering 3,08 g, serta luas daun
77,75 cm2, sementara perlakuan B menghasilkan tinggi tanaman 27,23 cm, jumlah
daun 15,4 helai, nisbah tajuk akar 5,78, kadar klorofil total 15,8 mg/g, dan kadar
vitamin A sebesar 503,37 ?g/g.
Perpustakaan Digital ITB