digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Longsor yang dipicu oleh curah hujan merupakan bencana yang erat kaitannya dengan proses infiltrasi air ke dalam lereng, termasuk pada lereng stratovolkano yang tersusun atas material vulkanik. Besarnya air yang benar-benar meresap ke dalam tanah menentukan kondisi hidrologi lereng, namun kuantifikasi infiltrasi aktual sering kali belum mempertimbangkan pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng secara bersamaan. Selain itu, pengukuran infiltrasi di lapangan umumnya dilakukan dengan asumsi permukaan datar dan tanpa memperhitungkan tutupan kanopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya infiltrasi aktual pada kejadian longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, dengan mempertimbangkan pola curah hujan serta mengoreksi pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng. Data infiltrasi diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan Mini Disk Infiltrometer pada 25 titik, yang digunakan untuk menghitung laju infiltrasi dan konduktivitas hidraulik dengan metode Zhang. Estimasi infiltrasi aktual dilakukan dengan menggunakan model Horton yang dimodifikasi oleh Xue dan Gavin, dengan curah hujan dikoreksi terhadap tutupan kanopi berdasarkan partisi hujan dan kapasitas infiltrasi dikoreksi terhadap kemiringan lereng menggunakan faktor kosinus. Sebaran spasial infiltrasi diperoleh melalui interpolasi Inverse Distance Weighting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi aktual pada bagian mahkota longsor hingga saat kejadian diperkirakan sebesar 200,06 mm atau 83,4% dari curah hujan efektif, yang lebih kecil dibandingkan estimasi tanpa koreksi sebesar 230,78 mm. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng menurunkan besarnya air yang benar-benar terinfiltrasi. Nilai infiltrasi antarlokasi bervariasi seiring heterogenitas sifat tanah, meskipun sebagian besar air hujan meresap ke dalam lereng menjelang kejadian. Analisis infiltrasi aktual ini dapat menjadi dasar bagi kajian selanjutnya mengenai proses hidrologi yang mendahului terjadinya longsor.