digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA_Mohammad Prakarsa Hidayatullah
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan jumlah penduduk, alih fungsi lahan, dan urbanisasi membawa dampak buruk yang nyata terhadap kehidupan masyarakat perkotaan. Terbatasnya ruang budidaya pertanian yang menyebabkan keterbatasan bahan pangan dan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi lingkungan. Inovasi pertanian seperti sistem hidroponik mampu menjawab tantangan tersebut karena mampu memanfaatkan lahan sempit masyarakat perkotaan. Namun, penggunaan pupuk sintetis yang umum digunakan pada system hidroponik seperti AB-mix menimbulkan isu keberlanjutan dan Kesehatan. POC NASA dan pupuk emulsi ikan hadir sebagai alternatif organic yang kaya nutrisi, mendukung pengelolaan limbah pertanian, dan mampu memproduksi tanaman yang lebih kaya akan antioksidan. Pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) dipilih sebagai komoditas karena nilai gizinya yang tinggi, permintaan konsumsi besar, dan waktu produksi yang singkat. Untuk mengetahui jumlah kapasitas antioksidan yang dihasilkan, dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan dan kadar total fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaplikasi AB-mix, POC NASA, dan Pupuk Emulsi Ikan terhadap aktivitas antioksidan dan total senyawa fenolik tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik wick system. Penelitian dilakukan di Screenhouse, Laboratorium Rekayasa Sistem Produksi dan Biomassa dan Laboratorium Isolasi dan Analisis Bahan Alam Labtek IA ITB Jatinangor sejak Juni hingga Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu P1 (Ab-mix), P2 (POC NASA), dan P3 (Pupuk Emulsi Ikan) yang diulang sebanyak enam kali. Dosis POC NASA dan pupuk emulsi ikan yang digunakan, telah dilakukan pendekatan terhadap larutan AB-mix 1300 ppm dengan cara menyetarakan kandungan nitrogen pada larutan tersebut. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji homogenitas. Data yang tidak homogen akan dilanjutkan dengan pengujian Welch ANOVA dan uji lanjut Games-Howell pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter total senyawa fenolik menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan pupuk emulsi ikan yaitu 547,9 ± 275,28 GAE/100g, hasil tersebut berbeda nyata terhadap perlakuan AB-mix dan berbeda tidak nyata terhadap perlakuan POC NASA. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada perlakuan AB-mix menunjukkan hasil IC50 terbaik yaitu 50,4 ?g/ml, hasil tersebut berbeda tidak nyata terhadap kedua perlakuan lainnya. Penggunaan alternatif nutrisi AB-mix yaitu POC NASA dan pupuk emulsi ikan menghasilkan total kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi namun hasil aktivitas antioksidan yang lebih rendah. Penerapan sistem hidroponik dengan menggunakan larutan organik perlu disesuaikan dengan kondisi larutan nutrisi organik yang memerlukan oksigen dan proses mineralisasi untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal.