Integritas struktural sel kantong (pouch cell ) lithium-ion merupakan aspek keselamatan
yang sangat krusial dalam elektrifikasi sektor dirgantara dan otomotif
karena kerentanannya terhadap deformasi mekanis. Studi ini menyelidiki secara
eksperimental dan numerik ketahanan lentur sel kantong LiFePO4 berkapasitas
25 Ah yang diberi beban lentur tiga titik secara kuasi-statik. Karakterisasi
material yang komprehensif—meliputi pembongkaran sel, spektroskopi inframerah
transformasi Fourier (FTIR), difraksi sinar-X (XRD), dan uji tarik uniaksial—
dilakukan untuk menentukan sifat mekanis dari masing-masing lapisan konstituen.
Pengujian ini menunjukkan bahwa selubung laminasi aluminium-polimer
memiliki tingkat keuletan yang tinggi serta modulus Young yang jauh lebih
rendah dibandingkan aluminium murni. Pengujian lentur mengevaluasi pengaruh
tingkat pengisian daya (SOC) pada sel tanpa pelindung dan mengkaji performa
struktural selubung Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) hasil cetak 3D dengan
variasi kepadatan infill (0% dan 100%). Hasil eksperimen membuktikan
bahwa variasi SOC antara 40% hingga 80% memberikan pengaruh yang dapat
diabaikan terhadap respons lentur global, di mana tidak ditemukan adanya
korsleting internal maupun lonjakan termal sebelum terjadinya kegagalan mekanis.
Di sisi lain, integrasi selubung ABS dengan kepadatan infill 100% mampu
meningkatkan kapasitas beban puncak hingga tujuh kali lipat dan penyerapan
energi total hingga 14 kali lipat dibandingkan dengan baterai tanpa pelindung.
Sebuah model elemen hingga (FE) dengan resolusi per lapisan kemudian
dikembangkan menggunakan solver dinamis-eksplisit, dan berhasil mereplikasi
perilaku gaya-perpindahan dari hasil eksperimen dengan batas galat di
bawah 10%. Kerangka kerja numerik yang telah divalidasi serta temuan fisik
ini memberikan wawasan penting untuk optimasi kelaiktabrakan modul baterai
kendaraan listrik di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB