Dekarboksilasi oksidatif asam laurat C12H24O2 berbasis katalis logam transisi merupakan jalur sintesis efisien untuk produksi undekana C11H24 sebagai komponen bahan bakar hijau (green diesel / SAF) serta bahan baku industri kimia. Penelitian ini menyoroti efektivitas dan kemampuan katalitik mangan(III) asetilaseton [Mn(acac)3] dengan bantuan kokatalis tembaga(II) laurat [Cu(C12H23O2)2] dalam menginisiasi mekanisme radikal bebas (Kochi-type reaction) untuk pelepasan gugus karboksil (CO?). Evaluasi kemampuan Mn(acac)3 dilakukan dengan memvariasikan konsentrasinya sebesar 2%, 5%, dan 10% terhadap 22,75 gram asam laurat pada rentang suhu 80-110°C dan dengan jumlah kokatalis dipertahankan konstan (10% terhadap massa katalis). Parameter keberhasilan aktivitas katalis diuji melalui konversi reaktan, pembentukan produk samping CO?, perubahan angka asam dan angka iodin, serta performa kinetika reaksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa Mn(acac)3 menunjukkan aktivitas katalitik optimal pada konsentrasi 5% dan suhu 90°C, yang ditandai dengan capaian laju reaksi tertinggi sebesar 7,35×10-5 M/s. Sebaliknya, penurunan konsentrasi Mn(acac)3 menjadi 2% pada suhu yang sama mengakibatkan penurunan signifikan pada aktivitas reaksi dengan laju terendah sebesar 6,07×10-6 M/s. Temuan ini mengkonfirmasi potensi kuat Mn(acac)3 sebagai katalis utama yang responsif dan efisien dalam reaksi dekarboksilasi oksidatif untuk konversi asam lemak menjadi hidrokarbon parafinik.
Perpustakaan Digital ITB