Siklon tropis umumnya jarang terbentuk di sekitar ekuator karena lemahnya gaya
Coriolis yang diperlukan untuk memicu dan mempertahankan rotasi siklon. Namun,
pada 25–28 November 2025, Siklon Senyar terbentuk dan berkembang di Selat
Malaka, wilayah yang berada dekat ekuator. Kejadian ini berpotensi memengaruhi
kondisi gelombang, muka air laut, dan genangan pesisir di pantai timur Sumatra.
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tinggi gelombang signifikan
(Hs) sebelum, saat, dan setelah kejadian Siklon Senyar serta mengidentifikasi
potensi genangan pesisir. Analisis dilakukan menggunakan model terkopel
Simulated WAves Nearshore (SWAN) – ADvanced CIRCulation (ADCIRC) pada
periode 1 November–8 Desember 2025 dengan menerapkan skema wetting–drying.
Hasil simulasi dibandingkan dengan data European Centre for Medium-Range
Weather Forecasts (ECMWF) Re-Analysis 5 (ERA5) dan prediksi pasut TPXO,
sedangkan pola genangan dievaluasi menggunakan citra Sentinel-1. Hasil
menunjukkan bahwa Hs meningkat secara bertahap sebelum kejadian, terutama di
bagian utara Selat Malaka, dan mencapai lebih dari 4 m saat lifetime maximum
intensity (LMI). Zona gelombang tinggi kemudian bergeser mengikuti pergerakan
siklon dan melemah setelah kejadian. Variasi muka air total di Selat Malaka
terutama dipengaruhi oleh pasut astronomis, sedangkan kontribusi anomali nonpasut bergantung pada fase pasut ketika anomali tersebut terjadi. Simulasi wetting–
drying menunjukkan genangan paling signifikan di wilayah Langsa. Luas genangan
mencapai 88,78 km² pada seluruh domain simulasi dan 61,21 km² di Langsa,
sedangkan hasil interpretasi Sentinel-1 menunjukkan luas genangan sebesar 77,22
km². Meskipun luas genangan di Langsa relatif sebanding, distribusi spasial hasil
model dan Sentinel-1 belum sepenuhnya berimpit. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Siklon Tropis Senyar menghasilkan respons gelombang, muka air, dan
genangan yang bervariasi secara spasial di Selat Malaka, dengan Langsa
teridentifikasi sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi genangan paling
signifikan.
Perpustakaan Digital ITB