digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - KARINA ZAHRA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Atenuasi debu merupakan fenomena fundamental dalam evolusi galaksi yang menyebabkan peredupan cahaya akibat mekanisme hamburan dan penyerapan oleh debu antarbintang. Penelitian ini mengarakterisasi evolusi atenuasi debu pada galaksi pembentuk bintang (starforming galaxies) terhadap redshift, sekaligus mengeksplorasi korelasinya terhadap laju pembentukan bintang (star formation rate, SFR) dan metalisitas galaksi. Analisis dilakukan pada dua wilayah: awan kelahiran bintang menggunakan Balmer decrement, dan di awan antar bintang (interstellar Medium, ISM) dari katalog Spectral Energy Distribution (SED) fitting. Data bersumber dari katalog spektroskopi JWST Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES) menggunakan instrumen NIRSpec mode Micro-shutter Assembly (MSA). Sampel mencakup 314 galaksi pada 1 < z < 7. Hasil menunjukkan pemerahan di awan kelahiran bintang dan di awan antar bintang berperilaku berbeda terhadap total massa bintang di galaksi. Korelasi antara Balmer decrement dan massa bintang melemah signifikan seiring bertambahnya redshift, sementara korelasi antar-indikator SFR tetap kuat di seluruh rentang redshift. Metalisitas gas turut mengonfirmasi ambang kritis pertumbuhan debu di sekitar 12 + log(O/H) ? 8, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa atenuasi debu pada redshift tinggi memerlukan pendekatan multi-parameter, tidak cukup dijelaskan oleh massa bintang saja. Studi ini memberikan batasan observasional bagi evolusi atenuasi debu pada fase awal pembentukan struktur alam semesta.