Abstrak - KARINA ZAHRA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Atenuasi debu merupakan fenomena fundamental dalam evolusi galaksi yang
menyebabkan peredupan cahaya akibat mekanisme hamburan dan penyerapan
oleh debu antarbintang. Penelitian ini mengarakterisasi evolusi atenuasi debu
pada galaksi pembentuk bintang (starforming galaxies) terhadap redshift, sekaligus
mengeksplorasi korelasinya terhadap laju pembentukan bintang (star
formation rate, SFR) dan metalisitas galaksi. Analisis dilakukan pada dua wilayah:
awan kelahiran bintang menggunakan Balmer decrement, dan di awan
antar bintang (interstellar Medium, ISM) dari katalog Spectral Energy Distribution
(SED) fitting. Data bersumber dari katalog spektroskopi JWST
Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES) menggunakan instrumen NIRSpec
mode Micro-shutter Assembly (MSA). Sampel mencakup 314 galaksi pada
1 < z < 7.
Hasil menunjukkan pemerahan di awan kelahiran bintang dan di awan
antar bintang berperilaku berbeda terhadap total massa bintang di galaksi.
Korelasi antara Balmer decrement dan massa bintang melemah signifikan
seiring bertambahnya redshift, sementara korelasi antar-indikator SFR tetap
kuat di seluruh rentang redshift. Metalisitas gas turut mengonfirmasi ambang
kritis pertumbuhan debu di sekitar 12 + log(O/H) ? 8, 2. Temuan ini menunjukkan
bahwa atenuasi debu pada redshift tinggi memerlukan pendekatan
multi-parameter, tidak cukup dijelaskan oleh massa bintang saja. Studi ini
memberikan batasan observasional bagi evolusi atenuasi debu pada fase awal
pembentukan struktur alam semesta.
Perpustakaan Digital ITB