digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Larissa Hasian
PUBLIC Open In Flipbook Resti Andriani

BAB 1 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Larissa Hasian
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Nikel merupakan mineral strategis dengan berbagai pemanfaatan, terutama di era global saat ini. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya nikel yang efisien, diperlukan pemahaman mengenai karakteristik endapan nikel laterit. Penelitian ini berfokus pada karakterisasi warna, ukuran butir, dan mineralogi endapan nikel laterit. Metodologi yang digunakan pada penelitan ini adalah deskripsi megaskopsi sampel di laboratorium, lalu preparasi sampel, dilanjutkan dengan analisis mineralogi dengan XRD dan XRF. Hasil deskripsi megaskopis menunjukkan horizon topsoil berwarna merah gelap dan berbutir halus, horizon limonit berwarna cokelat dan berbutir pasir, horizon transisi berwarna oranye dan berbutir kerikil, dan horizon saprolit berwarna abu – abu kehijauan dan berbutir kerikil. Berdasarkan rekapitulasi analisis XRD didapatkan 9 kelompok mineral, dimana horizon topsoil dan horizon limonit didominasi kelompok mineral hidroksida, horizon transisi dan horizon saprolit didominasi kelompok mineral silikat, dan batuan dasar didominasi kelompok mineral serpentin, serta mineral primer olivin dan piroksen. Berdasarkan hasil analisis XRF, kadar Ni paling banyak ditemukan pada horizon saprolit sebanyak 2,29%; kadar Fe2O3, Al2O3, dan Cr2O3 tertinggi pada horizon limonit, yaitu berturut - turut 77,40%, 24,20%, dan 4,71%; dan SiO2 tertinggi pada batuan dasar, sebanyak 47,30%.