Produksi listrik fotovoltaik dikendalikan kondisi atmosfer, tetapi hari berproduksi
sangat rendah tidak selalu bersumber dari atmosfer. Penelitian ini
mengkarakterisasi variabilitas produksi dan mengatribusikan penyebab
kejadian low-solar pada PLTS 10 kWp Gedung CAS ITB menggunakan data
monitoring inverter beresolusi satu menit dan data Automatic Weather
Station periode 12 Oktober 2024–3 Maret 2026. Kejadian low-solar didefinisikan
sebagai hari dengan energi harian di bawah persentil ke-10 (16,87 kWh) dari 420
hari valid berdata radiasi. Atribusi menyilangkan indeks kecerahan harian
diturunkan dari data meteorologi sehingga bebas dari kondisi inverter—dengan
penanda gangguan sistem dari kode status inverter dan daya per-string.
Dari 42 hari low-solar, hanya 3 hari (7,1%) teratribusi atmosferik murni, sedangkan
15 hari (35,7%) gangguan sistem, 15 hari (35,7%) gabungan, dan 9 hari (21,4%)
tak terjelaskan; komposisi ini stabil pada rentang ambang P5–P15. Gangguan jalur
inverter-2/string-3 menyentuh 43% hari analisis tetapi hanya menghilangkan 669
kWh (4,7% dari potensi): gangguan sistem mendominasi hari berproduksi terendah
tanpa mendominasi total energi.
Hari low-solar atmosferik bercirikan kelembapan relatif lebih tinggi (90,5%
berbanding 81,3%), variabilitas radiasi ber-acuan langit cerah lebih rendah (0,17
berbanding 0,28), dan suhu udara lebih rendah (seluruhnya p < 0,001)—
menandakan tutupan awan tebal yang persisten sepanjang hari. Kejadian
didominasi hari tunggal (30 dari 35 event; durasi maksimum tiga hari) dan tidak
menunjukkan siklus musiman yang dapat ditegakkan pada rekaman 17 bulan, tetapi
terkonsentrasi pada fase 4 Madden–Julian Oscillation ketika selubung konvektif
berada di atas Benua Maritim (37% berbanding proporsi dasar 13%; p = 0,012
setelah koreksi Bonferroni, bertahan terhadap stratifikasi bulanan). Hasil ini
menegaskan bahwa identifikasi low-solar berbasis energi wajib disertai atribusi
penyebab sebelum interpretasi meteorologis, sekaligus melandasi pengembangan
pemodelan prediksi kejadian low-solar.
Perpustakaan Digital ITB