Lapangan Panas Bumi Ulumbu di Flores, Indonesia, telah beroperasi dengan kapasitas 4×2,5 MW, memanfaatkan fluida steam cap dangkal di daerah Wewo. Pembaruan data geosains dan model konseptual oleh PLN pada tahun 2023 mengidentifikasi zona upflow sistem berada di daerah Lungar dengan temperatur reservoir yang lebih tinggi, menjadikanya target pengembangan berikutnya. Namun, lokasi well pad yang diusulkan belum dievaluasi menggunakan model numerik sehingga karakteristik reservoir di Lungar, meliputi distribusi temperatur, tekanan dan zona dua fase masih memiliki tingkat ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model numerik reservoir natural state Lapangan Panas Bumi Ulumbu dengan pembaharuan data, guna mengidentifikasi karakter reservoir terutama lokasi well pad. Metode penelitian menggunakan simulator Volsung dan dikalibrasi menggunakan profil temperatur dan tekanan tiga sumur eksplorasi (ULB-1,ULB-2 dan ULB-3). Hasil kalibrasi model natural state digunakan untuk menganalisis distribusi temperatur, serta tekanan sebagai dasar pembuatan well prognosis pada pada lokasi well pad usulan pengembangan. Hasil penelitian model numerik diperoleh kecocokan profil temperatur dan tekanan menunjukkan nilai kesalahan RMSE temperatur 6,75 -8,15 °C dan tekanan 6,15-8,8 bar. Zona upflow bertemperatur tinggi, sekitar 280°C, terkonsentrasi di bawah Lungar dan mengalir ke arah Wewo dengan temperatur sekitar 260–220°C sebagai zona outflow. Berdasarkan hasil simulasi model numerik diperoleh profil temperatur, tekanan, BPD pada lokasi well pad WP-H, WP-I, WP-J, WP-D dan WP-E memiliki zona uap yang berkembang cukup tebal hingga kedalaman menengah, dengan WP-I yang berada di Lungar diidentifikasi memiliki ketebalan zona uap 943 m dengan temperatur 250-280 °C. Sedangkan WP-F menunjukan karakter satu fasa zona air tanpa indikasi zona uap dengan temperatur tertinggi 250°C.
Perpustakaan Digital ITB