ABSTRAK Akila Zahra Fauzan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TUGAS AKHIR Akila Zahra Fauzan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Formasi Mentawa merupakan reservoir karbonat utama pada Lapangan
"MASULILI", Cekungan Banggai, Sulawesi Tengah, berupa reef carbonate
buildup berumur Miosen Akhir dengan sistem porositas campuran dan
heterogenitas tinggi akibat variasi fasies deposisional serta diagenesis. Kondisi ini
menyebabkan inversi post-stack konvensional yang hanya menghasilkan acoustic
impedance (AI) seringkali tidak cukup untuk membedakan litologi dan fluida
secara akurat. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi reservoir Formasi
Mentawa menggunakan metode inversi seismik Extended Elastic Impedance (EEI)
untuk mengekstrak parameter vp/vs ratio sebagai parameter pemisah fluida. Data
yang digunakan meliputi seismik 3D pre-stack (offset gather, domain waktu),
seismik 3D post-stack (domain kedalaman), model kecepatan interval, dan delapan
data sumur. Pengolahan meliputi analisis petrofisika, pembuatan log sintetik,
analisis sensitivitas, preconditioning data seismik pre-stack, well-to-seismic tie,
interpretasi horizon, pembuatan volume atribut AVO Ursenbach, inversi AI dengan
metode Linear Programming Sparse Spike (LPSS), serta inversi EEI pada sudut chi
(?) optimum. Analisis chi angle dilakukan pada masing-masing sumur kontrol dan
menghasilkan sudut ? optimum untuk vp/vs ratio yang berbeda pada tiap sumur,
yaitu ? = -46° pada COUPS-2, ? = ?45° pada MGDK-2, dan ? = ?45° pada UJI-
001ST. Hasil inversi AI menunjukkan zona reservoir teridentifikasi sebagai interval
dengan AI rendah yang mencerminkan porositas tinggi, namun AI saja belum cukup
untuk mendiskriminasi zona gas-bearing dari water-bearing maupun karbonat
tight. Volume hasil inversi EEI vp/vs ratio memberikan diskriminasi litologi–fluida
yang lebih baik, di mana kombinasi AI rendah dan vp/vs ratio rendah (< 1,8) pada
zona yang sama diinterpretasikan sebagai zona karbonat berporositas baik yang
berpotensi mengandung fluida hidrokarbon. Interpretasi terintegrasi antara hasil
inversi, analisis flattening, peta isopach, dan kerangka geologi regional
menunjukkan bahwa kualitas reservoir dikontrol oleh kombinasi faktor
deposisional, diagenetik, dan struktural, serta mengidentifikasi zona reservoir
prospektif di sekitar sumur MGDK-2 dan W2T8-1 yang secara konsisten
memperlihatkan isopach tebal, AI rendah, dan vp/vs ratio rendah pada geometri
carbonate buildup.
Perpustakaan Digital ITB