Lapangan panas bumi Tompaso merupakan sistem bertemperatur tinggi dan dominan cair dengan heterogenitas reservoir yang dikontrol struktur internal Kaldera Tondano, namun konektivitas hidraulik antara area produksi dan reinjeksi belum terdefinisi meyakinkan. Penelitian ini menentukan karakter hidraulik dan geometri aliran tiap sumur, mengevaluasi konektivitas antarkluster, serta memperbarui model konseptual reservoir. Sepuluh sumur dianalisis menggunakan data Well Completion Test berupa uji injeksi dan pressure fall-off, dengan Pressure Transient Analysis (PTA) analitik pressure derivative Bourdet dengan Saphir, serta PTA numerik satu fasa (Swanhild/Volsung) berpendekatan generalized radial flow. Sembilan sumur berhasil dimodelkan; LHD-43 tidak menghasilkan matching derivative yang layak. Nilai kh numerik berkisar 34.17–3814.00 mD·m, skin numerik ?3.33 hingga +3.35, Injectivity Index 66.84–1336.64 lpm/bar, dan fractional dimension 1.50–2.60. Rekonsiliasi analitik dan numerik menunjukkan urutan peringkat sumur yang searah, dengan rasio kh numerikal terhadap analitikal 0.17–0.96; nilai numerikal digunakan sebagai hasil utama dan nilai analitikal sebagai pembanding, sedangkan Injectivity Index dan kh numerik berkorelasi positif kuat (R² = 0.92). Model berbatas diperlukan pada LHD-32 dan LHD-41, menunjukkan kompartementasi lokal di Kluster 32, sementara Kluster 27 dan Kluster R heterogen dengan konektivitas parsial. Dengan demikian, hipotesis kompartementasi terdukung sebagian, sedangkan hipotesis geometri aliran non-radial memperoleh dukungan indikatif. Karena seluruh indikator berasal dari uji sumur tunggal tanpa interference maupun tracer test, kesimpulan konektivitas berstatus skenario dengan tingkat keyakinan rendah hingga sedang. Integrasi PTA analitik hingga numerik, fractional dimension, dan kerangka multi-bukti menjadi kebaruan penelitian sekaligus dasar teknis pengelolaan produksi dan reinjeksi.
Perpustakaan Digital ITB