digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Kevin Aldin Nugraha
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini mengkarakterisasi geokimia High Field Strength Elements (HFSE) dan unsur radioaktif serta mengevaluasi potensi by-product pada endapan logam tanah jarang (LTJ) tipe ion-adsorption di Blok Rantedoda, Mamuju. Data sekunder inductively coupled plasma–mass spectrometry (ICP-MS) mencakup 289 sampel. Pengolahan meliputi batas analitis, konversi oksida, pengelompokan LTJ, transformasi logaritmik, statistik deskriptif, korelasi Pearson, Principal Component Analysis (PCA), dan Partial Least Squares Regression (PLSR). Komposisi LTJ didominasi light rare earth elements (LREE) 1.520,85 ppm dibanding heavy rare earth elements (HREE) 206,92 ppm. Zr memiliki median tertinggi, yaitu 1.730 ppm. Korelasi kuat ditemukan pada Th–Hf, Zr–Nb, dan Nb–Ta. PCA memisahkan Ca–Mg–Na–K dari Fe–Al–Ti, HFSE, Th, dan U. Model PLSR log??(Ce) menghasilkan koefisien determinasi validasi silang (R² CV) 0,76, root mean squared error (RMSE) 0,067, dan mean absolute error (MAE) 0,049. Chemical Index of Alteration (CIA) 85,73 menunjukkan pelapukan lanjut. LTJ dan sebagian besar unsur penyerta meningkat pada interval 2–3 m. Seluruh unsur penyerta diperkaya relatif terhadap Upper Continental Crust (UCC), tetapi belum menunjukkan kadar ekonomis. Zr menjadi kandidat utama verifikasi by-product meskipun 33,91% data melampaui batas ukur 3.000 ppm. Nb menjadi kandidat pendamping; Hf dan Ta unsur ikutan; sedangkan Th dan U memerlukan evaluasi radiologi, mineralogi, dan pengolahan.