Pertumbuhan penduduk di Kota Bandung berlangsung sangat pesat selama beberapa dekade terakhir ini. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan lahan untuk menampung pertumbuhan penduduk beserta berbagai kehidupan sosial, ekonomi, dan fisiknya. Peningkatan kebutuhan lahan ini ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang cukup atau memadai. Terbatasnya areal lahan yang tersedia dan tidak meratanya penyebaran penduduk di kota ini menimbulkan permasalahan lahan perkotaan. Salah satu masalah yang harus dihadapi akibat hal ini adalah masalah ketersediaan lahan perumahan bagi penduduknya.
Aspek perumahan atau pemukiman kota dapat dikaji dari berbagai disiplin ilmu, namun, pada dasarnya, perumahan, sebagai objek yang menempati ruang pada permukaan bumi dapat ditampilkan dalam bentuk peta. Dengan kemajuan teknologi, peta yang menunjukan lokasi perumahan tersebut dapat direpresentasikan sebagai suatu data/informasi digital. Secara spesifik data digital ini dinamakan data spasial. Artinya data tersebut mempunyai georeferensi atau rujukan lokasi. Oleh karena itu, maka kajian terhadap aspek perumahan kota bisa juga dilakukan melalui analisis berbasis spasial. Hal ini menjadi sangat penting karena masalah yang muncul berkaitan dengan tata guna lahan lahan perumahan di Kota Bandung akan lebih mudah diatasi jika didapat suatu gambaran yang terkait dengan lokasi mengenai proses perubahan yang terjadi di kota tersebut sehingga dapat diproyeksikan kebutuhan lahan perumahan di setiap lokasinya berdasarkan pertumbuhan penduduk dan kapasitas ruang yang tersedia untuk mengakomodasi perubahan ini.
Perpustakaan Digital ITB