digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFTAR PUSTAKA RAJA FADHILAH FIRDAUS
EMBARGO  2029-08-10 

LAMPIRAN RAJA FADHILAH FIRDAUS
EMBARGO  2029-08-10 

Seasonality menyebabkan distribusi kunjungan wisatawan tidak merata sepanjang tahun sehingga dapat menimbulkan tekanan kapasitas pada musim puncak dan rendahnya pemanfaatan sumber daya pada musim sepi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan seasonality kunjungan wisatawan di Provinsi Nusa Tenggara Barat antara periode pra-operasionalisasi dan pascaoperasionalisasi Sirkuit Mandalika serta menilai karakter perubahan dan kesesuaiannya dengan mekanisme sports event tourism. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif melalui before-after analysis yang tidak ditujukan untuk menguji hubungan kausal. Pengukuran dilakukan menggunakan Seasonality Ratio, Gini Index, Seasonality Index, dan Coefficient of Variation. Analisis dilanjutkan dengan dekomposisi perubahan Gini dan exact scaled permutation test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Seasonality Ratio menurun dari 1,8478 menjadi 1,2948, rata-rata Gini tahunan dari 0,2665 menjadi 0,1018, rentang Seasonality Index dari 116,08 menjadi 48,96 poin, dan rata-rata Coefficient of Variation dari 36,71 menjadi 24,88 persen. Pada distribusi rata-rata bulanan total wisatawan, perubahan Gini sebesar ?0,096463 signifikan pada taraf 5 persen. Perubahan tersebut terutama berasal dari Magnitude Component sebesar ?0,110621 yang signifikan, sedangkan Re-ranking Component sebesar 0,014159 tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan terutama berupa penyempitan kesenjangan antara bulan ramai dan bulan sepi, bukan perubahan sistematis pada pemeringkatan bulan. Pelandaian distribusi lebih kuat ditemukan pada wisatawan nusantara, sedangkan wisatawan mancanegara masih menunjukkan reorganisasi besaran dan waktu kunjungan. Secara keseluruhan, perubahan pada total wisatawan dan wisatawan nusantara lebih menunjukkan kecenderungan perbaikan struktural daripada perubahan yang bersifat temporer. Perubahan tersebut konsisten dengan beberapa mekanisme sports event tourism dalam konteks pengoperasian Sirkuit Mandalika, tetapi tidak membuktikan bahwa sirkuit maupun suatu sports event tertentu menjadi penyebab tunggal penurunan seasonality di Nusa Tenggara Barat.