digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Soni Soeharsono
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Kejadian wind shear di area Bandara Soekarno-Hatta pada 13 Januari 2022, yang memaksa sebuah pesawat melakukan go-around tanpa sempat terdeteksi oleh radar Doppler, menjadi titik tolak penelitian ini. Salah satu mekanisme yang diduga menjadi penyebabnya adalah cold pool, yaitu massa udara dingin hasil pendinginan evaporatif pada downdraft konvektif yang menyebar sebagai density current dan membentuk gust front di permukaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkuantifikasi karakteristik cold pool di kawasan bandara, sekaligus mengevaluasi kemampuan berbagai instrumen dalam mendeteksinya. Metode deskriptif kuantitatif diterapkan dengan memadukan data AWOS, jejaring AWS, radar wind profiler, serta radar Doppler C-band dan X-band selama periode Januari 2022 hingga Desember 2025. Hasil identifikasi menunjukkan 280 dari 436 kandidat kejadian terkonfirmasi sebagai cold pool, dengan mayoritas berkarakter downburstlike berdurasi singkat. Wind shear terkuat terkonsentrasi pada lapisan 0–500 m, kemudian sumber thunderstorm penghasil cold pool umumnya berkembang di sektor barat dan selatan bandara pada radius 13–18 km sebelum merambat ke landasan dengan kecepatan propagasi rata-rata sekitar 14,5 m/s. Evaluasi radar Xband memperlihatkan tingkat deteksi hanya sekitar 60%, menegaskan bahwa radar tunggal belum cukup andal untuk mendeteksi cold pool tropis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multi-instrumen diperlukan untuk mendukung sistem peringatan dini low-level wind shear di lingkungan operasional penerbangan tropis maritim.