digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) adalah jenis talas yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan kaya akan serat. Bagian bonggol talas, yang belum dimanfaatkan secara maksimal, memiliki potensi sebagai bahan pangan. Sembelit, salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia, dapat menurunkan kualitas hidup seseorang serta menjadi faktor risiko berbagai penyakit lainnya. Salah satu cara untuk mengatasi sembelit adalah dengan memelihara kelancaran pencernaan melalui konsumsi serat. Penelitian ini memanfaatkan serat dari bonggol Talas Belitung untuk membuat produk nutrasetikal "fiber drink" yang dapat memudahkan konsumsi dan meningkatkan nilai jual talas Belitung. Produk ini dikembangkan sebagai agen laksatif, yang terbukti melalui indeks pengembangan serat Talas Belitung sebesar 3.04 mL/g. Serat talas yang dikeringkan kemudian diformulasikan dengan bahan lain dan diuji melalui pengujian hedonik hingga didapatkan formula terbaik. Formula produk ini terdiri dari serbuk serat bonggol talas (7.5 g), xanthan gum (0.45 g), serbuk buah naga (3.75 g), maltodekstrin (3 g), stevia (0.15 g), dan asam sitrat (0.15 g). Proses dilanjutkan pada tahapan granulasi basah dengan menambahkan PVP sebanyak 1% sebagai pengikat dan etanol sebagai cairan penggranulasi. Hasil evaluasi produk dengan laju alir 5.07 g/s, kadar lembab 2.78%, indeks kompresibilitas 12.86%, rasio Haussner 1.15, waktu rekonstitusi 13.08 detik, pH 4.67, dan viskositas 642.67 cP menunjukkan bahwa produk memiliki karakteristik fisik yang optimal untuk dikembangkannya menjadi produk nutrasetikal minuman serat instan yang berkualitas.