digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Putri Cahya Marshinta
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Pulau Jawa yang dihuni lebih dari 150 juta jiwa berada pada lingkungan tektonik sangat aktif dengan zona subduksi megathrust di selatan yang berpotensi menghasilkan gempa besar berkekuatan Mw 8,8 hingga Mw 9,1. Gempa besar tidak hanya menimbulkan guncangan dan tsunami, tetapi juga mengubah distribusi tegangan statis di kerak bumi yang dapat memicu atau menghambat aktivitas gempa pada sesar aktif di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan menganalisis distribusi perubahan tegangan Coulomb (?CFF) pada 82 sesar aktif di daratan Pulau Jawa akibat tiga skenario gempa megathrust selatan Jawa (segmen Jawa Tengah–Timur Mw 8,8; segmen Jawa Barat Mw 8,9; dan kombinasi Mw 9,1) dengan empat variasi koefisien gesek efektif (?' = 0,3; 0,4; 0,5; dan 0,8) menggunakan perangkat lunak Coulomb 3.4 berbasis formulasi elastis Okada (1992). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sesar naik merupakan mekanisme paling dominan mengalami triggering (81–85%) dengan nilai ?CFF tertinggi 5,0567 bar pada Java Back-arc Thrust – Klapa Nunggal, diikuti sesar normal (25–50%) dan sesar geser (28–38%). Peningkatan koefisien gesek meningkatkan jumlah sesar triggering namun tidak mengubah pola distribusi ?CFF. Sesar Opak konsisten berada dalam kondisi stress shadow akibat perbedaan orientasi bidang sesar, sementara sesar Lembang, Ciremai, dan segmen Cimandiri berada dalam kondisi transisi yang sensitif terhadap perubahan koefisien gesek. Segmen megathrust Jawa Tengah–Timur dominan memengaruhi sesar di Jawa Timur, sedangkan segmen Jawa Barat lebih memengaruhi sesar di Jawa Barat, dengan wilayah transisi antar segmen menunjukkan potensi triggering lebih tinggi akibat efek superposisi tegangan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi sesar-sesar yang berpotensi mengalami aktivasi pascagempa megathrust sebagai dasar mitigasi bencana di Pulau Jawa.