digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Intan Murni Yunika
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang kompleks akibat interaksi antara Lempeng Laut Sulawesi, mikroblok Sulawesi Utara, dan berbagai sistem sesar aktif. Kondisi tersebut memengaruhi distribusi deformasi dan tingkat coupling pada Megathrust Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola deformasi berdasarkan data GNSS kontinu periode 2019–2023, mengestimasi distribusi slip deficit, serta menghitung magnitudo gempa pada Megathrust Sulawesi Utara. Data GNSS diolah untuk memperoleh kecepatan dan baseline change rate yang digunakan dalam pemodelan interplate coupling melalui pendekatan inversi geodetik. Baseline change rate hasil observasi berkisar antara 0,01–1,57 cm/tahun dengan dominasi ekstensi yang cenderung meningkat ke arah timur, sedangkan hasil model berkisar antara ?0,35 hingga 1,18 cm/tahun. Distribusi coupling menunjukkan pola yang heterogen dan tersegmentasi, dengan 199 patch (76,5%) mengalami slip excess yang dominan pada segmen barat hingga tengah megathrust, serta 61 patch (23,5%) mengalami slip deficit yang terkonsentrasi pada segmen timur pada kedalaman sekitar 20–40 km. Nilai slip deficit maksimum mencapai 4,76 cm/tahun atau ~95,2% dari laju konvergensi regional sebesar 5 cm/tahun. Estimasi momen seismik dari slip deficit 3,9 × 1027dyne cm, ekuivalen dengan Mw 7,7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sulawesi Megathrust tidak sepenuhnya creeping maupun locking, melainkan memiliki tingkat coupling yang bervariasi secara spasial.