2017 TA PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-ABSTRAK.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-COVER.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-BAB 1.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-BAB 2.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-BAB 3.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-BAB 4.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-BAB 5.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti 2017 TS PP I GEDE PUTU FADJAR SOERYA DJAJA 1-PUSTAKA.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti
Parameter sumber, seperti distribusi dislokasi atau slip dan tingkat slip (slip rate) pada bidang sesar, merupakan informasi yang bermanfaat untuk memahami proses fisis dibalik kejadian gempa bumi. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengestimasi dampak yang mungkin terjadi pada daerah dekat sumber gempa. Isochrone back projection method, atau isochrone-BPM, merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperoleh distribusi slip pada bidang sesar. Isochrone-BPM menggabungkan konsep isochrone dengan metode proyeksi balik dalam penentuan nilai-nilai slip di bidang sesar. Isochrone-BPM memiliki kelebihan dalam kemudahan implementasinya. Namun demikian, pada beberapa studi terlihat bahwa hasil citra distribusi slip dari isochrone-BPM akan selalu memunculkan artefak yang menyebabkan citra terlihat “buram”. Munculnya artefak ini dapat berakibat pada kesalahan interpretasi dari distribusi slip, sehingga menjadi kelemahan besar dari isochrone-BPM.
Pada penelitian ini telah dilakukan pendekatan lain berupa pendekatan inversi metode least-squares dengan penambahan faktor redaman sebagai alternatif dari isochrone-BPM. Pendekatan inversi least-squares dengan faktor redaman ini lalu disebut sebagai inversi isochrone teredam. Inversi isochrone teredam dapat dianggap sebagai metode alternatif karena metode ini tetap memanfaatkan formulasi inti dari isochrone-BPM.
Proses pemodelan ke depan serta inversi telah dilakukan pada penelitian ini dengan tujuan untuk membandingkan performa dari dua metode. Pemodelan ke depan dilakukan untuk mendapatkan data sintetik, yang lalu diolah dengan kedua metode inversi. Pada penelitian ini, pemodelan ke depan dilakukan pada empat kasus gempa dengan pergerakan sesar normal, sesar naik, sesar geser, dan sesar oblique. Pemodelan ke depan menghasilkan data waveform displacement fasa gelombang P, SV, dan SH yang terbagi menjadi arah vertikal dan radial untuk gelombang P dan SV, dan arah transversal untuk gelombang SH.
Inversi data sintetik dilakukan dengan menggunakan dua metode. Pengolahan data sintetik mengggunakan isochrone-BPM menunjukkan bahwa kualitas citra yang diperoleh akan bergantung pada kumpulan stasiun penerima yang digunakan. Kualitas citra isochrone-BPM bisa berubah menjadi sangat buruk ketika informasi dari sejumlah stasiun penerima ditambahkan. Selain itu, citra isochrone-BPM akan bergantung pada mekanisme fokus dari gempa, yang ditunjukkan dengan perbedaan pola pada mekanisme fokus yang berbeda. Hasil citra isochrone-BPM yang diperoleh menunjukkan sifat buram yang menjadi kelemahan dari isochrone-BPM. Di antara ketiga fasa yang digunakan, isochrone-BPM dengan menggunakan fasa gelombang SV memiliki performa yang paling buruk.
Hasil citra inversi isochrone teredam yang diperoleh tidak memperlihatkan adanya artefak seperti yang diperlihatkan oleh citra hasil isochrone-BPM. Inversi isochrone teredam menghasilkan citra distribusi slip yang tidak bergantung pada kumpulan stasiun penerima yang digunakan. Hasil citra inversi isochrone teredam juga tidak menunjukkan ketergantungan pada mekanisme fokus. Melalui perbandingan hasil citra distribusi slip dari kedua metode, disimpulkan bahwa inversi isochrone teredam memiliki performa yang lebih baik daripada isochrone-BPM serta sangat baik untuk digunakan sebagai alternatif dari isochrone-BPM.
Perpustakaan Digital ITB