Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi komposisi umpan dan parameter operasi
terhadap kinerja elektrolisis larutan dalam menghasilkan gas hidrogen (H2), gas
klorin (Cl2), dan larutan hidroksida. Tiga jenis umpan (Umpan-1: NaCl + KCl,
Umpan-2: NaCl + KCl + Na2SO4, Feed-3: NaCl + KCl + Na2SO4+ NaHCO3)
digunakan dalam sistem elektroliser dengan tegangan sel bervariasi antara 2,5
hingga 5,0 V serta laju alir 30 sampai 50 mL/menit. Hasil eksperimen menunjukkan
bahwa tegangan sel berperan signifikan dalam menentukan laju produksi gas,
dengan laju produksi gas H2 meningkat dari 60–110 mL/jam pada 2,5 V menjadi
910–984 mL/jam pada 5,0 V dalam ketiga variasi umpan. Produksi Cl2 juga
mengalami peningkatan serupa, dari 3,2–32,8 mL/jam menjadi 140,4-482,9
mL/jam. Umpan-3 menghasilkan laju produksi tertinggi untuk kedua gas tersebut,
meskipun disertai pembentukan CO2 sebagai produk samping. Konsentrasi larutan
hidroksida mengalami peningkatan dari nilai 0,1 M menjadi 0,106–0,161 M,
dengan laju peningkatan tertinggi tercatat pada Umpan-1 dan Umpan-2. Tegangan
sel menunjukkan korelasi linier terhadap arus, laju produksi gas, dan konsumsi
energi spesifik, dengan nilai energi minimum untuk produksi Cl2 sebesar 6,33
kWh/kg dan untuk H2 sebesar 65,56 kWh/kg pada 2,5 V.
Efisiensi faradaik gas H2 berada dalam rentang 75,16–98,22%, sedangkan Cl2
dalam rentang 3,46–47,79%. Spektroskopi UV-Vis menunjukkan bahwa Feed-1
dan Umpan-2 membentuk spesies samping seperti HClO, ClO?, dan Cl2 terlarut,
sementara Feed-3 menurunkan kecenderungan pembentukan spesies tersebut. Laju
alir elektrolit tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap produksi gas.
Optimasi parameter operasi dilakukan dengan memertimbangkan harga jual produk
dan biaya listrik. Didapatkan bahwa penjualan larutan hidroksida memberikan
kontribusi terbesar terhadap pendapatan proses, Berdasarkan proses optimasi
tersebut didapat parameter operasi optimum untuk memaksimalkan pendapatan
adalah pada tegangan sel 5 V, laju alir 30 mL/menit, dan komposisi yang
mengandung NaHCO3.
Perpustakaan Digital ITB