digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sumur H berada pada reservoir batu pasir berpermeabilitas rendah (lowpermeability sandstone reservoir) yang memiliki produktivitas alami rendah sehingga memerlukan stimulasi hydraulic fracturing untuk meningkatkan konektivitas aliran fluida antara reservoir dan sumur. Keberhasilan proses ini sangat dipengaruhi oleh ketepatan prediksi geometri rekahan, yang bergantung pada kondisi geomekanika bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Mechanical Earth Model (MEM) untuk memprediksi geometri rekahan secara lebih akurat serta mengevaluasi kesesuaian prediksi performa produksi menggunakan metode Cinco-Ley & Samaniego terhadap data swab test. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan numerik yang mengintegrasikan analisis geomekanika, simulasi geometri rekahan, dan prediksi performa produksi. MEM dibangun menggunakan data triple-combo log untuk menentukan sifat mekanika batuan, tekanan pori, fracture gradient, dan distribusi in-situ stress. Simulasi hydraulic fracturing dilakukan berdasarkan data operasi lapangan yang meliputi breakdown test, mini frac, serta main fracturing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi parameter geomekanika berpengaruh signifikan terhadap prediksi geometri rekahan dan estimasi performa produksi pasca-hydraulic fracturing. Simulasi menghasilkan nilai FCD sebesar 2.18 yang mengindikasikan rekahan berada pada kondisi finite conductivity fracture, namun masih mampu meningkatkan kapasitas alir fluida secara efektif. Validasi menggunakan data swab test menunjukkan peningkatan produktivitas sumur hingga empat kali lipat (Fold of Increase), yang dipengaruhi oleh panjang rekahan (fracture half-wing length) yang terbentuk. Selain itu, prediksi performa produksi menggunakan metode Cinco-Ley & Samaniego menunjukkan kesesuaian yang baik terhadap data aktual dengan nilai error sebesar 7%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis MEM mampu merepresentasikan kondisi geomekanika reservoir secara baik sehingga menghasilkan prediksi geometri rekahan dan performa produksi yang mendekati kondisi aktual lapangan.