Sumur H berada pada reservoir batu pasir berpermeabilitas rendah (lowpermeability
sandstone reservoir) yang memiliki produktivitas alami rendah
sehingga memerlukan stimulasi hydraulic fracturing untuk meningkatkan
konektivitas aliran fluida antara reservoir dan sumur. Keberhasilan proses ini sangat
dipengaruhi oleh ketepatan prediksi geometri rekahan, yang bergantung pada
kondisi geomekanika bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan
Mechanical Earth Model (MEM) untuk memprediksi geometri rekahan secara lebih
akurat serta mengevaluasi kesesuaian prediksi performa produksi menggunakan
metode Cinco-Ley & Samaniego terhadap data swab test.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan numerik
yang mengintegrasikan analisis geomekanika, simulasi geometri rekahan, dan
prediksi performa produksi. MEM dibangun menggunakan data triple-combo log
untuk menentukan sifat mekanika batuan, tekanan pori, fracture gradient, dan
distribusi in-situ stress. Simulasi hydraulic fracturing dilakukan berdasarkan data
operasi lapangan yang meliputi breakdown test, mini frac, serta main fracturing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi parameter geomekanika berpengaruh
signifikan terhadap prediksi geometri rekahan dan estimasi performa produksi
pasca-hydraulic fracturing. Simulasi menghasilkan nilai FCD sebesar 2.18 yang
mengindikasikan rekahan berada pada kondisi finite conductivity fracture, namun
masih mampu meningkatkan kapasitas alir fluida secara efektif. Validasi
menggunakan data swab test menunjukkan peningkatan produktivitas sumur hingga
empat kali lipat (Fold of Increase), yang dipengaruhi oleh panjang rekahan
(fracture half-wing length) yang terbentuk. Selain itu, prediksi performa produksi
menggunakan metode Cinco-Ley & Samaniego menunjukkan kesesuaian yang baik
terhadap data aktual dengan nilai error sebesar 7%. Hasil ini menunjukkan bahwa
pendekatan berbasis MEM mampu merepresentasikan kondisi geomekanika
reservoir secara baik sehingga menghasilkan prediksi geometri rekahan dan
performa produksi yang mendekati kondisi aktual lapangan.
Perpustakaan Digital ITB