Pada penelitian ini, kita akan mengimplementasikan reinforcement learning pada sebuah
agen yang bertugas memainkan game bullet hell yang mampu menyerang musuh serta
menghindari rintangan serangan proyektil kecil. Kita ingin mencari tahu bagaimana cara
kita membuat bot AI yang dapat memainkan sebuah simulasi game bullet hell dan apa
saja optimisasi atau modifikasi lain yang dapat meningkatkan performa bot. Kita akan
menggunakan sebuah simulasi yang dibuat daripada menggunakan suatu game yang asli
karena pada simulasi, kita bisa menyederhanakan gameplay agar kita dapat melakukan
analisis yang lebih dekat.
Pada simulasi, kita melakukan beberapa penyederhanaan sehingga game bersifat diskrit
pada aksi dan waktunya, namun kontinu pada observasinya. Dari situ, telah diputuskan
metode perhitungan model yang akan digunakan adalah metode PPO (Proximal Policy
Optimization) karena metode ini cocok dengan lingkungan dengan aksi yang diskrit namun
observasi yang kontinu. Ditambahkan juga sebuah wrapper yang meloncati beberapa
frame simulasi kedepannya untuk mengambil observasi dan melakukan inferensi aksi
yang akan diambil untuk mengurangi perhitungan yang dibutuhkan (frame-skipping).
Selanjutnya, kita membandingkan sebuah model awal dan modifikasi-modifikasi dari
model tersebut yang memenfaatkan prinsip DeepSets, TCPA & CPA untuk menentukan
proyektil-proyektil yang penting, serta informasi observasi proyektil tambahan untuk
menentukan apa saja faktor yang memengaruhi performa agen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peloncatan frame, modifikasi model yang mengaplikasikan
prinsip DeepSets, CPA dan TCPA, serta penambahan informasi-informasi
proyektil penting lebih memberikan performa yang lebih baik daripada model sederhana
yang hanya memberikan informasi tentang proyektil terdekat.
Perpustakaan Digital ITB