digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Sarah Khoerunnisa
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Liriomyza (Diptera: Agromyzidae) merupakan hama polifag yang membuat korokan pada daun sehingga menyebabkan berkurangnya produktivitas daun dan penurunan hasil panen. Upaya pengendalian Liriomyza tidak dapat digeneralisasi tanpa mengidentifikasi spesies spesifik yang menyerang karena setiap spesies memiliki tingkat resistensi terhadap insektisida yang berbeda. Oleh karena itu, identifikasi spesies secara akurat menjadi penting karena kesalahan identifikasi dapat menyebabkan kesalahan dalam penyusunan strategi pengendalian hama. Namun, kemiripan ciri morfologi antar spesies Liriomyza seringkali menyebabkan ketidakakuratan identifikasi jika hanya berdasarkan karakter morfologi sehingga diperlukan juga pendekatan molekuler sebagai konfirmasi untuk memastikan keakuratan identifikasi spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies Liriomyza di Wilayah Bandung Raya melalui pendekatan morfologi dan molekuler. Sampel diambil dari tanaman tomat, aster dan daun bawang dari empat wilayah di Bandung Raya yaitu Kecamatan Cisarua dan Lembang di Kabupaten Bandung Barat serta Kecamatan Majalaya dan Cicalengka di Kabupaten Bandung. Larva Liriomyza yang berada di dalam daun tanaman-tanaman ini kemudian dipelihara dan dipreservasi dalam alkohol 70%. Identifikasi kemudian dilakukan pada Liriomyza dewasa dengan diamati karakter morfologinya berupa pola warna abdomen, venasi sayap, ujung abdomen dan genitalia jantan. Hasil identifikasi dikonfirmasi melalui pendekatan molekuler berbasis gen COI menggunakan sanger sekuensing. Hasil penelitian menemukan bahwa pada tanaman inang yang berbeda ditemukan spesies Liriomyza yang berbeda. Spesies Liriomyza yang didapatkan dari tanaman tomat di Lembang dan Cicalengka teridentifikasi sebagai Liriomyza sativae sedangkan Liriomyza yang ditemukan pada tanaman aster di Cisarua teridentifikasi sebagai Liriomyza trifolii. Kemudian pada tanaman daun bawang dari Majalaya ditemukan dua spesies Liriomyza yaitu Liriomyza chinensis dan Liriomyza huidobrensis. Hasil identifikasi morfologi tersebut selanjutnya dikonfirmasi melalui analisis molekuler yang menunjukkan bahwa setiap sekuens memiliki tingkat kemiripan tinggi (?95%) dengan sekuens Liriomyza yang bersesuaian di GenBank. Berdasarkan hasil identifikasi morfologi dan molekuler dapat disimpulkan bahwa terdapat empat spesies Liriomyza di Bandung Raya yaitu L. sativae, L. trifolii, L. chinensis dan L. huidobrensis. Temuan ini diharapkan dapat membantu dalam penyusunan strategi pengendalian Liriomyza sehingga lebih tepat sasaran.