Kota Bandung sudah cukup lama menjadi tempat tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Kota yang kaya akan daya tarik wisata ini terus mengalami perkembangan. Di bidang lain Kota Bandung pun semakin mengalami perkembangan. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat pergerakan di Kota Bandung yang sayangnya tidak dibarengi dengan penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Sehingga tidak heran kemacetan sering melanda kota ini baik di hari kerja maupun di hari libur. Tingginya tingkat kemacetan ini tentunya akan mempengaruhi kegiatan yang berlangsung di dalam Kota Bandung itu sendiri termasuk kegiatan wisatanya. Dari data Dinas Pariwisata Kota Bandung diketahui bahwa tingkat pertumbuhan jumlah wisatawan di Kota Bandung semakin menurun dan salah satu hal yang diindikasikan sebagai penyebabnya dan merupakan keluhan utama wisatawan Kota Bandung adalah kondisi transportasi Kota Bandung yang semakin sering mengalami kemacetan di setiap waktu dan di hampir semua ruas jalan yang menyebabkan tingkat aksessibilitas semakin rendah dengan waktu tempuh yang menjadi semakin lama. Dengan berlatar belakang hal ini maka dalam studi ini akan dicoba untuk dibangun sebuah model hubungan antara kedua hal tersebut. Dalam tinjauan studi literatur hubungan ini yaitu hubungan antara sistem transportasi dan sistem pariwisata dinyatakan dengan jelas keterkaitannya. Karena kedua sistem tersebut merupakan sistem yang dinamis serta berubah seiring dengan waktu maka metode yang digunakan pada studi ini adalah pembangunan sebuah model dengan pendekatan system dynamics. Dari simulasi model yang berhasil dibangun diketahui tingkat kemacetan di Kota Bandung ke depannya akan cenderung meningkat dibarengi dengan tingkat pertumbuhan jumlah wisatawan yang cenderung menurun sehingga diperlukan sebuah kebijakan agar kecenderungan ini tidak akan sampai terjadi di masa depan. Untuk mendapatkan kebijakan yang tepat disusunlah enam buah skenario dalam upaya mencari skenario kebijakan terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah wisatawan tersebut. Dari keenam skenario tersebut diketahui bahwa skenario kebijakan yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah wisatawan adalah dengan pengembangan angkutan umum massal non jalan raya yang disertai pembatasan kepemilikan kendaraan mobil dan sepeda motor di Kota Bandung sehingga tingkat kemacetan dapat ditekan dan tentunya akan mendorong permintaan wisatawan untuk berwisata ke Kota Bandung.
Perpustakaan Digital ITB