Adristy Elfaine Nissa [19022213]
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Tingkat inklusi keuangan pada masyarakat Muslim masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh larangan praktik riba dalam Al-Qur’an. Kehadiran perbankan syariah dipandang sebagai alternatif yang berpotensi mengurangi hambatan religius dalam mengakses layanan keuangan. Namun, penelitian sebelumnya masih terbatas karena hanya menggunakan satu periode data Global Findex serta belum tersedianya data yang terstandarisasi mengenai keberadaan cabang bank syariah di berbagai negara. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan penelitian terkait peran perbankan syariah dalam menurunkan hambatan keagamaan terhadap inklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dengan hambatan religius terhadap inklusi keuangan, serta menguji pengaruh keberadaan cabang perbankan syariah terhadap hambatan tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah Pooled Ordinary Least Squares (Pooled OLS) untuk masing-masing hipotesis, dengan memanfaatkan data panel dari 109 negara dan subsampel khusus yang terdiri atas 10 negara dengan jumlah cabang bank syariah yang menonjol pada periode Global Findex tahun 2014, 2017, dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara anggota OIC secara signifikan memiliki tingkat hambatan religius terhadap inklusi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan negara non-OIC. Namun, keberadaan perbankan syariah, baik melalui status negara dengan cabang syariah yang dominan maupun melalui jumlah cabang pada negara-negara tersebut, tidak terbukti memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap hambatan religius dalam konteks penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa hambatan religius terhadap inklusi keuangan tidak semata-mata dipengaruhi oleh keberadaan fisik cabang bank syariah, melainkan juga berkaitan dengan faktor-faktor lain di luar aspek tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menegaskan peran status negara OIC sebagai indikator tingginya populasi Muslim yang berkorelasi dengan hambatan religius terhadap inklusi keuangan, serta menekankan pentingnya eksplorasi faktor lain yang memengaruhi hambatan tersebut. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bahwa pengembangan layanan perbankan syariah tidak hanya perlu difokuskan pada perluasan jaringan cabang fisik, tetapi juga pada penguatan saluran layanan alternatif lainnya.
Perpustakaan Digital ITB