Proses pengeringan pascapanen di pertanian skala kecil masih menjadi kendala
signifikan, terutama di wilayah vulkanik terpencil yang minim akses energi stabil.
Penelitian ini memperkenalkan GEOVOTE-SmartDry, sistem pengering cerdas
berbasis IoT mobile yang mengintegrasikan panas bumi langsung dengan
otomatisasi digital. Sistem memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor DHT22,
serta aktuator (blower dan pompa) yang dikendalikan secara real-time melalui
aplikasi Blynk. Sumber panas disuplai oleh heat exchanger panas bumi skala mikro
yang efisien dan berkelanjutan. Pengujian pengeringan kopi selama satu siklus
menunjukkan peningkatan Temperatur dari 25,9 °C menjadi 56,7 °C, serta
penurunan kelembapan dari 79,5% ke 40,1% secara stabil dan adaptif. Analisis
kelayakan ekonomi menunjukkan efisiensi signifikan dan potensi keuntungan
tinggi. Dengan investasi awal Rp14.152.000 dan biaya operasional tahunan
Rp3.428.240, sistem ini menggantikan pengering LPG (±Rp92.500/ton) dan
menghemat hingga Rp18,5 juta/tahun. Peningkatan mutu produk juga menaikkan
harga kopi dari Rp13.000/kg menjadi Rp38.000/kg, menghasilkan pendapatan
bersih ±Rp384 juta per tahun dari 64 ton produk kering. Nilai Benefit Cost Ratio
mencapai 28,4/tahun dan periode balik modal kurang dari dua minggu,
menjadikannya solusi menarik untuk petani desa. GEOVOTE-SmartDry solusi
pendekatan baru yang dapat direplikasi untuk transisi energi terbarukan di sektor
pertanian desa berbasis panas bumi. Sistem ini berkontribusi sebagai inovasi
strategis dalam teknologi hijau pascapanen berbiaya rendah dan berdampak tinggi
terhadap peningkatan perekonomian di wilayah memiliki potensi geothermal.
Perpustakaan Digital ITB