digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Reyhan Moh Somantri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang diketahui memiliki daerah prospek bijih emas bertipe endapan porfiri-epitermal yang berasosiasi dengan magmatisme busur volkanik bagian selatan Jawa. Daerah penelitian berada di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dengan luas 0,80 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, tipe alterasi dan jenis mineral bijih, serta hubungan unsur mobile dalam karakteristik alterasi di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan meliputi deskripsi core logging untuk empat inti bor, analisis petrografi dan mineragrafi, analisis Analytical Spectral Device (ASD), serta analisis assay geokimia spesifik pada unsur Ca, Na, K, Al, Mg, Fe, Rb, Ba, dan S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari tujuh satuan batuan, yaitu satuan lava andesit, lava dasit, diorit porfiritik, tonalit, diorit kuarsa, dasit porfiritik, dan breksi diatrem. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari sesar geser mengiri berarah timur laut-barat daya dan sesar geser menganan berarah barat laut-tenggara. Alterasi yang terdapat di daerah penelitian terbagi menjadi lima zona meliputi zona alterasi kuarsa ± pirofilit ± kaolinit ± diaspor (argilik lanjut), zona ilit ± montmorilonit ± kaolinit ± kuarsa (argilik), zona klorit ± epidot ± kuarsa (propilitik), zona klorit ± kalsit ± epidot ± mika ± magnetit (propilitik-serisitik), dan zona kuarsa ± serisit ± klorit (serisitik). Mineralisasi di daerah penelitian terdiri dari pirit, kalkopirit, molibdenit, dan galena yang muncul dalam bentuk diseminasi, setempat, serta mengisi urat halus. Zona alterasi argilik lanjut dan argilik mengalami deplesi unsur Ca, Na, dan Mg dengan tingkat sedang hingga kuat, serta pengayaan unsur Al dan Ba akibat dominasi mineral lempung. Zona alterasi propilitik, propilitik-serisitik, dan serisitik yang terletak lebih dalam cenderung mengalami pengayaan unsur Ca, K, Mg, Fe, Rb, dan S akibat dominasi mineral klorit, epidot, kalsit, mika, magnetit, dan pirit. Zona propilitik-serisitik diperkirakan menjadi zona alterasi yang berada di bagian dalam dari model alterasi di daerah penelitian, serta diinterpretasikan berada di bagian atas sistem porfiri berdasarkan rasio K/Rb yang rendah serta kehadiran mineral mika dan magnetit.