digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Richiditya Hindami
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Transisi global menuju digitalisasi telah berdampak signifikan terhadap industri kertas, khususnya pada segmen kertas grafis yang mencakup kertas tulis, cetak, dan fotokopi. Eropa dan Amerika Utara sebagai contoh negara maju semakin beralih dari penggunaan kertas konvensional ke alternatif digital, yang menyebabkan penurunan tajam dalam permintaan dan volume produksi. Hal ini menjadi tantangan serius bagi produsen dan eksportir kertas seperti PT Lembar Masa Depan (LMD), perusahaan manufaktur kertas berbasis di Indonesia yang bisnis utamanya adalah ekspor kertas fotokopi. Meskipun konsumsi global menurun, beberapa wilayah seperti Afrika tetap menunjukkan permintaan yang stabil atau meningkat akibat pertumbuhan penduduk, peningkatan tingkat literasi, keterbatasan infrastruktur digital, dan rendahnya penetrasi pabrik kertas lokal. Penelitian ini memiliki tiga research objective: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi tingkat persaingan perusahaan di pasar Afrika menggunakan analisis SWOT; (2) menentukan strategi bisnis internasional yang paling sesuai di antara strategi global , multidomestik, atau transnasional; dan (3) mengidentifikasi mode masuk pasar yang paling efektif, seperti ekspor langsung, pembangunan pabrik di Afrika, pembangunan fasilitas konversi di Afrika, akuisisi, atau pembentukan usaha patungan (joint venture). Penelitian ini didasarkan pada teori dan kerangka strategi utama seperti PESTLE, Porter Five Forces, Value Chain Analysis, VRIN competitor analysis, dan customer analysis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan delapan pemangku kepentingan internal, termasuk kepala penjualan, manajer produk, dan eksekutif pengembangan bisnis yang memiliki pengalaman luas di pasar Afrika. Wawancara ini dilengkapi dengan data sekunder. Untuk pemilihan strategi, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dengan responden dari empat narasumber kunci di bagian sales dan business development. Analisis SWOT menunjukkan bahwa LMD memiliki kapabilitas internal yang kuat, termasuk operasional pabrik terintegrasi, beragam variasi produk, dan pengendalian atas logistik. Di sisi lain, terdapat peluang di Afrika berupa permintaan yang belum terpenuhi, produksi lokal yang terbatas, serta keberadaan perjanjian perdagangan regional seperti AfCFTA dan COMESA. Namun demikian, ancaman seperti sensitivitas harga, ketidakstabilan politik, dan perbedaan tarif harus diantisipasi. Strategi transnasional dipilih karena skor AHP yang tinggi baik dari strategi global maupun multidomestik. Strategi ini memungkinkan LMD untuk menyeimbangkan efisiensi operasional global dengan kemampuan menyesuaikan produk dan pemasaran secara lokal sesuai preferensi konsumen Afrika yang beragam. Untuk pemilihan mode masuk, studi ini merekomendasikan pengembangan usaha patungan (joint venture) dengan mitra lokal guna membangun fasilitas konversi di Afrika sebagai strategi jangka panjang. Pengiriman jumbo roll untuk dikonversi secara lokal dapat membantu menghindari tarif impor tinggi atas produk jadi, mempercepat respons terhadap permintaan pasar, serta memungkinkan penyesuaian kemasan sesuai preferensi lokal.