Flexible Pavement Structural Analysis Based On Finite Element Method Using DEFPAV Computer Program, Made Suangga, 1995, Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Elemen hingga adalah salah satu metode yang sangat ampuh untuk menganalisa tegangan, regangan dan lendutan pada suatu struktur perkerasan lentur. Salah satu program yang telah memanfaatkan metode elemen hingga ini adalah program komputer DEFPAV. Program ini dapat digunakan untuk menganalisa tegangan dan lendutan serta regangan permanen pada struktur perkerasan lentur. Untuk lebih memahami program ini maka dilakukan suatu analisa terhadap program yang ada. Perbandingan hasil dari program ini dilakukan terhadap program lain yang telah ada. Suatu studi kasus dibuat dan dianalisa dengan berbagai metode dan hasilnya dibandingkan dengan program komputer DEFPAV. Dalam perbandingar tegangan dengan program komputer BISAR di tengah-tengah elemen, hasil yang di dapat hampir sama, tetapi dalam perbandingan lendutan permukaan dengan program komputer SAP-90 dan DAMA. Hasil dari program komputer DEFPAV cenderung lebih kecil dibandingkan dengan hasil dari program komputer SAP-90 dan DAMA. Perbedaan dengan hasil dari program komputer SAP-90 adalah lebih kecil 31 % pada sistim dua lapis, lebih kecil 34 % pada sistim tiga lapis, dan lebih kecil 33 % pada sistim empat lapis. Perbedaan dengan lendutam maksimum dari program komputer DAMA adalah lebih kecil 48 % pada sistim dua lapis, lebih kecil 49 % pada sistim tiga lapis, dan Iebih kecil 51 % pada sistim empat lapis. Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap program komputer DEFPAV, maka untuk tujuan-tujuan tertentu modifikasi akan mudah dilakukan seperti untuk perhitungan regangan dan juga regangan kritis akibat dua roda. Hasil dari modifikasi juga dibandingkan terhadap metode lain yang telah ada sepertti program komputer BISAR, DAMA, dan SAP-90. Dengan menaikkan tingkat ketelitian baik dalam meyelesaikan persamaan maupun dalam permodelan struktur perkerasan, hasil lendutan yang di dapat makin besar sehingga selisih dengan hasil dari program komputer SAP-90 dan DAMA berkurang. Dengan menaikkan jumlah iterasi 5 (lima) kali, selisih lendutan permukaan dengan SAP-90 menjadi 0.3 % lebih tinggi pada sistim tiga lapis, dan 0.4 % lebih tinggi pada sistim empat lapis. Dengan menaikkan jumlah elemen dalam permodelan, selisih lendutan permukaan maksimum dengan hasil dari program komputer DAMA menjadi 6.6 % Iebih tinggi pada sistim tiga lapis dan 2.7 % lebih tinggi pada sistim empat lapis. Hasil perhitungan regangan dari komputer program DEFPAV yang telah dimodifikasi memberikan hasil yang memuaskan ketika dibandingkan dengan hasil dari program komputer BISAR, tetapi perbedaan hasil meningkat sesuai dengan kedalaman yang ditinjau. Dalam perhitungan regangan kritis akibat beban dua roda, hasil dari program komputer DEFPAV yang telah dimodifikasi ternyata lebih kecil dari hasil program komputer BISAR dan DAMA
Perpustakaan Digital ITB