Dewasa ini, berbagai merek fashion melakukan berbagai strategi untuk menjadi lebih menarik, lebih unggul, dan lebih berkualitas sembari tetap menawarkan harga yang terjangkau. Kendati demikian, apakah hal tersebut nenjamin bahwa masyarakat memilih produk mereka?
Lee Cooper Indonesia (LCI) adalah salah satu merek denim yang paling tua di negeri ini. Saat ini Lee Cooper telah membuka lebih dari 100 toko dengan dua jenis yang berbeda yaitu Shop in Shop (SIS) dan Stand Alone Shop (SAS). Lee Cooper Indonesia juga berusaha untuk selalu melakukan inovasi baru agar menjadi pilihan konsumen Indonesia.
Ironisnya, beberapa tahun terakhir Lee Cooper Indonesia mengalami penurunan penjualan pada toko SAS. Menurut pre-survei, hal ini terjadi karena kebanyakan pelanggan tidak cukup tertarik untuk membeli produk, mengalami kesulitan untuk menemukan produk yang mereka inginkan, dan hanya 10% dari mereka menyadari adanya di promosi di dalam toko.
Oleh karena itu, laporan ini akan menganalisis lingkungan toko saat ini termasuk desain toko, aspek ambient toko, dan aspek sosial Lee Cooper Indonesia Pondok Indah Mall Stand Alone Shop (SAS). Pada akhirnya analisa tersebut akan digunkan untuk membangun pengalaman berbelanja yang makimal dan kepuasan bagi konsumen Lee Cooper. Desain lingkungan toko yang baru juga akan dianalisa menggunakan Satisfaction Research untuk menguji tingkat diterimanya desain oleh konsumen dan manajemen Lee Cooper.
Perpustakaan Digital ITB