digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Yusuf Alfyan Praditya
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Minyak dan gas telah menjadi komponen penting bagi perekonomian Indonesia, meskipun terdapat upaya global untuk beralih menuju energi terbarukan, sumber daya ini tetap sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan energy nasional. Dengan ditetapkannya target peningkatan produksi nasional sebesar 1 juta barrel minyak setiap hari dan 12 miliar kubik kaki gas setiap hari pada tahun 2030, perusahaan minyak dan gas didorong untuk mendukung visi Pemerintah dalam ketahanan energy tersebut. PetroComp, perusahaan minyak dan gas swasta yang beroperasi di Indonesia Timur, saat ini menghadapi tantangan besar. Produksi minyak perusahaan menurun secara cepat, sementara potensi pertumbuhan produksi gas yang terhambat karena terbatasnya permintaan pasar dari kontrak pembelian gas yang ada saat ini. Adanya kesempatan penjanjian penjualan gas jangka panjang dengan PT. SMC, sebuah perusahaan smelter, berpotensi untuk menggandakan produksi gas dari PetroComp yang dapat menjawab kebutuhan petumbuhan jangka panjang perusahaan serta mendukung target Pemerintah, terutama di kawasan Indonesia Timur. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PetroComp mempertimbangkan untuk meninjau kembali pengembangan lapangan yang belum dikembangkan di lapangan Jala. Namun, lapangan Jala mempunyai kandungan CO2 yang tinggi yang memberikan tantangan yang sangat besar untuk perusahaan. Mengembangkan lapangan tersebut akan memerlukan biaya yang besar mencakupi pembangunan infrastruktur tahan korosi dan fasilitas pembersihan gas untuk memenuhi standar gas jual sebelum dikirimkan ke pembeli. Tiga scenario pengembangan dari lapangan Jala akan dievaluasi pada studi ini, termasuk potensi integrasi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) melalui enhanced gas recovery. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keekonomian dari tiga skenario pengembangan lapangan Jala mengunakan metode discounted cash flow untuk menentukan strategi pengembangan lapangan terbaik bagi PetroComp dan Pemerintah Indonesia. Konsep pengembangan onshore memberikan NPV tertinggi senilai US$ 113.8 juta, sedangkan skenario pengembangan menggunakan CCUS dan full-offshore memberikan hasil yang tidak ekonomis dikarenakan kebutuhan investasi yang sangat tinggi. Produksi gas dan harga gas merupakan dua parameter paling sensitive yang berdampak pada keekonomian proyek berdasarkan evaluasi sensitivitas. Analisa ketidakpastian memberikan indikasi hasil yang menjanjikan dengan hasil NPV positif yang sangat tinggi dengan rentang US$ 50.8 – 173.9 juta pada evaluasi probabilitas P90-P50-P10. Evaluasi time-dependent menyimpulkan dampak keekonomian akan mulai berkurang secara eksponensial jika pelaksanaan proyed tertunda lebih dari 4 tahun (berdampak pada >10% nilai NPV) pada periode PSC sampai dengan tahun 2045. Hasil dari studi ini ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data oleh PetroComp dalam mengembangkan lapangan Jala dengan kandungan CO2 yang tinggi dan mendukung strategi tumbuh perusahaan dalam jangka panjang.