digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Injeksi karbon dioksida (CO?) merupakan salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang mampu meningkatkan perolehan minyak melalui penurunan tegangan antarmuka, pengembangan minyak, dan peningkatan mobilitas minyak. Namun, pada lapangan minyak tua yang mengalami deplesi tekanan, tekanan reservoir sering tidak memenuhi Minimum Miscibility Pressure (MMP), sehingga injeksi CO? berlangsung secara tidak misibel. Kondisi tersebut menyebabkan efisiensi penyapuan rendah akibat mobilitas gas yang tinggi, gravity override, dan gas channeling. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah injeksi CO? dalam bentuk microbubble berukuran 10–100 ?m yang distabilkan oleh surfaktan dan polimer membentuk Colloidal Gas Aphron (CGA). Microbubble CO? berpotensi menurunkan mobilitas gas, meningkatkan kontak CO?–minyak, dan memperbaiki efisiensi penyapuan. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi hubungan kondisi pembentukan, karakteristik fisik, stabilitas, dan sifat alir microbubble CO? pada kondisi reservoir yang berbeda. Pengujian dilakukan menggunakan micromodel transparan sebagai representasi jaringan pori reservoir dengan dua kondisi reservoir, yaitu Reservoir X dan Reservoir Y. Microbubble CO? dibentuk menggunakan porous membrane dengan frit berukuran 10 ?m melalui aliran CO? dan larutan stabilizer yang terdiri atas surfaktan dan polimer. Variasi konsentrasi polimer 0,1–1,0 wt%, surfaktan 0,1–0,3 wt%, serta rasio laju aliran CO? dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh parameter pembentukan terhadap ukuran, distribusi, stabilitas, dan perilaku aliran microbubble. Karakterisasi dilakukan melalui pencitraan beresolusi tinggi dan analisis citra menggunakan watershed segmentation, sedangkan pressure drop diukur secara kontinu untuk mengevaluasi respons aliran di dalam media berpori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi formulasi dan operasi pembentukan berpengaruh terhadap ukuran, jumlah, stabilitas, dan pressure drop microbubble CO?. Peningkatan rasio CO? menghasilkan microbubble berukuran lebih kecil namun meningkatkan pressure drop dan tantangan injektivitas. Temperatur reservoir yang lebih tinggi juga mempercepat ekspansi dan ketidakstabilan gelembung. Hasil penelitian memberikan dasar untuk optimasi formulasi stabilizer dan parameter operasi microbubble CO? sebagai alternatif EOR pada reservoir bertekanan rendah.