Pakan merupakan input utama dalam budidaya lele yang memengaruhi kinerja
produksi dan dampak lingkungan. Black Soldier Fly (BSF) berpotensi digunakan
sebagai sumber protein alternatif, tetapi penerapannya perlu dievaluasi berdasarkan
performa budidaya, proses produksi, dan arah pengembangan produknya.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja produksi pakan alternatif berbasis
BSF pada budidaya lele (Clarias gariepinus), menganalisis profil dampak
lingkungan per 1 kg lele hidup, serta menyusun rancangan awal model bisnis pakan
alternatif. Pakan komersial digunakan sebagai pembanding kontekstual. Kinerja
produksi dianalisis secara deskriptif karena setiap sistem hanya direpresentasikan
oleh satu kolam. Dampak lingkungan dihitung menggunakan Life Cycle Assessment
dengan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H) pada kategori Global Warming
Potential dan Water Consumption. Rancangan model bisnis disusun menggunakan
Business Model Canvas berdasarkan hasil teknis, lingkungan, dan sintesis literatur.
Pakan alternatif menghasilkan pertambahan bobot rata-rata 0,040 kg/ekor, secara
numerik serupa dengan pakan komersial sebesar 0,039 kg/ekor. Namun, sistem
pakan alternatif memiliki FCR 1,33 dan tingkat kelangsungan hidup 77,50%,
sedangkan sistem pakan komersial memiliki FCR 1,14 dan tingkat kelangsungan
hidup 89,16%. Pada skenario penelitian, sistem pakan alternatif menghasilkan
GWP sebesar 8,4663 kg CO?-eq dan konsumsi air sebesar 0,14876 m³ per kg lele
hidup. Pengeringan larva BSF menjadi hotspot utama dengan kontribusi 75,94%
terhadap GWP. Rancangan model bisnis menempatkan produk pada tahap
pengembangan, dengan calon pengguna awal berupa pembudidaya berpengalaman
yang dapat melakukan uji terbatas. Pengembangan perlu diprioritaskan pada
efisiensi pengeringan, perbaikan FCR dan tingkat kelangsungan hidup,
standardisasi mutu, pengujian bertahap, serta validasi pasar sebelum komersialisasi
secara luas.
Perpustakaan Digital ITB