digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Charisma Diah Putri
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pakan merupakan input utama dalam budidaya lele yang memengaruhi kinerja produksi dan dampak lingkungan. Black Soldier Fly (BSF) berpotensi digunakan sebagai sumber protein alternatif, tetapi penerapannya perlu dievaluasi berdasarkan performa budidaya, proses produksi, dan arah pengembangan produknya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja produksi pakan alternatif berbasis BSF pada budidaya lele (Clarias gariepinus), menganalisis profil dampak lingkungan per 1 kg lele hidup, serta menyusun rancangan awal model bisnis pakan alternatif. Pakan komersial digunakan sebagai pembanding kontekstual. Kinerja produksi dianalisis secara deskriptif karena setiap sistem hanya direpresentasikan oleh satu kolam. Dampak lingkungan dihitung menggunakan Life Cycle Assessment dengan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H) pada kategori Global Warming Potential dan Water Consumption. Rancangan model bisnis disusun menggunakan Business Model Canvas berdasarkan hasil teknis, lingkungan, dan sintesis literatur. Pakan alternatif menghasilkan pertambahan bobot rata-rata 0,040 kg/ekor, secara numerik serupa dengan pakan komersial sebesar 0,039 kg/ekor. Namun, sistem pakan alternatif memiliki FCR 1,33 dan tingkat kelangsungan hidup 77,50%, sedangkan sistem pakan komersial memiliki FCR 1,14 dan tingkat kelangsungan hidup 89,16%. Pada skenario penelitian, sistem pakan alternatif menghasilkan GWP sebesar 8,4663 kg CO?-eq dan konsumsi air sebesar 0,14876 m³ per kg lele hidup. Pengeringan larva BSF menjadi hotspot utama dengan kontribusi 75,94% terhadap GWP. Rancangan model bisnis menempatkan produk pada tahap pengembangan, dengan calon pengguna awal berupa pembudidaya berpengalaman yang dapat melakukan uji terbatas. Pengembangan perlu diprioritaskan pada efisiensi pengeringan, perbaikan FCR dan tingkat kelangsungan hidup, standardisasi mutu, pengujian bertahap, serta validasi pasar sebelum komersialisasi secara luas.