Kawasan Transmigrasi Barelang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan
ekonomi baru yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi dan
kepelabuhanan yang memadai. Pelabuhan Sembulang memiliki posisi strategis
karena berdekatan dengan kawasan transmigrasi Barelang, namun saat ini masih
berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan lokal dengan keterbatasan fasilitas dan
aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting, kelayakan,
dan potensi pengembangan Pelabuhan Sembulang sebagai pelabuhan utama dalam
mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang. Analisis dilakukan
melalui analisis deskriptif, gap analysis, analisis hinterland menggunakan utilitybased binary logit, proyeksi demand menggunakan regresi, serta pemodelan
jaringan jalan menggunakan PTV Visum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kondisi eksisting Pelabuhan Sembulang belum memenuhi sebagian besar
persyaratan teknis pelabuhan utama. Analisis hinterland menunjukkan seluruh
kawasan industri yang dikaji termasuk dalam wilayah contestable hinterland,
dengan probabilitas rata-rata pemilihan Pelabuhan Sembulang sebesar 24,21%.
Proyeksi demand skenario moderat menunjukkan total throughput sebesar 344.463
TEUs pada 2030 dan meningkat menjadi 3.412.387 TEUs pada 2045. Jaringan jalan
menuju Sembulang diproyeksikan masih memiliki kapasitas relatif memadai
hingga jangka menengah, tetapi memerlukan peningkatan geometrik. Dengan
demikian, Pelabuhan Sembulang berpotensi dikembangkan sebagai pelabuhan
utama, tetapi memerlukan peningkatan fasilitas pelabuhan, kapasitas jalan, serta
kepastian hierarki dan kebijakan pengembangannya.
Perpustakaan Digital ITB