digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kawasan Transmigrasi Barelang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi dan kepelabuhanan yang memadai. Pelabuhan Sembulang memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan kawasan transmigrasi Barelang, namun saat ini masih berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan lokal dengan keterbatasan fasilitas dan aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting, kelayakan, dan potensi pengembangan Pelabuhan Sembulang sebagai pelabuhan utama dalam mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang. Analisis dilakukan melalui analisis deskriptif, gap analysis, analisis hinterland menggunakan utilitybased binary logit, proyeksi demand menggunakan regresi, serta pemodelan jaringan jalan menggunakan PTV Visum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Pelabuhan Sembulang belum memenuhi sebagian besar persyaratan teknis pelabuhan utama. Analisis hinterland menunjukkan seluruh kawasan industri yang dikaji termasuk dalam wilayah contestable hinterland, dengan probabilitas rata-rata pemilihan Pelabuhan Sembulang sebesar 24,21%. Proyeksi demand skenario moderat menunjukkan total throughput sebesar 344.463 TEUs pada 2030 dan meningkat menjadi 3.412.387 TEUs pada 2045. Jaringan jalan menuju Sembulang diproyeksikan masih memiliki kapasitas relatif memadai hingga jangka menengah, tetapi memerlukan peningkatan geometrik. Dengan demikian, Pelabuhan Sembulang berpotensi dikembangkan sebagai pelabuhan utama, tetapi memerlukan peningkatan fasilitas pelabuhan, kapasitas jalan, serta kepastian hierarki dan kebijakan pengembangannya.